Pantai Mukomuko Potensial Menjadi Tujuan Wisata Alam

  • Whatsapp
Anak-anak sedang bermain di salah satu objek wisata pantai di Kabupaten Mukomuko. ANTARA/dokumen
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MUKOMUKO – Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan semua pantai yang berada dalam kawasan cagar alam (CA) di daerah setempat potensial menjadi taman wisata alam.

“Mudah-mudahan, kini dalam proses untuk segera meluncurkan semua pantai dalam CA di daerah ini untuk membuatnya berpeluang menjadi tujuan wisata alam,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mukomuko Apriansyah dalam keterangannya di Mukomuko, Sabtu.

Baca Juga

BACA JUGA : Cegah Jembrana, Mukomuko Targetkan Pemberian Vaksin Tuntas Bulan April – Nusadaily.com

Ia mengatakan hal itu menindaklanjuti hasil kunjungan kerjanya bersama dengan Bupati Mukomuko Sapuan ke Kementrian Lingkungan Hidup guna mengusulkan penurunan status CA yang terlanjur dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lokasi objek wisata menjadi TWA.

Ia mengatakan, saat ini banyak pantai di daerah ini berada dalam kawasan CA. Untuk itu perlu penurunan status menjadi taman wisata alam (TWA) agar bisa dikembangkan menjadi tujuan wisata.

BACA JUGA : Puluhan Desa Mukomuko Ajukan Penyaluran Dana Desa – Noktahmerah.com

Sebanyak enam pantai yang terlanjur dimanfaatkan sebagai objek wisata di daerah ini masuk dalam kawasan cagar alam, yakni Pantai Air Buluh, Pantai Retak Ilir, Pantai Teluk Bakung, Pantai Pandan Wangi, Pantai Air Patah, Pantai Umbul 25 di satuan pemukiman 10.

Berharap Usulan Penurunan Dapat Diakomodir

Ia berharap, mudah-mudahan usulan penurunan status CA menjadi TWA kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dapat diakomodir oleh kementerian tersebut.

BACA JUGA : Kebakaran Rumah Petani Mukomuko, Untung Tak Ada Korban Jiwa – Beritaloka.com

“Mudah-mudahan proses segera diluncurkan. Agar tujuan daerah ini membuat objek wisata pantai tersebut menjadi tujuan wisata dapat terwujud dalam waktu dekat,” ujarnya.

Ia menyatakan, meskipun sejumlah pantai di daerah ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi lokasi objek wisata. Tetapi pantai ini masih terlihat alami karena belum digarap secara maksimal akibat belum ada legalitas.

Masyarakat yang memanfaatkan pantai ini menjadi objek wisata menjaga kebersihan dan kelestarian pantai tersebut dan tidak pernah mengurangi pohon di lokasi pantai tersebut.

Lebih lanjutnya, Ia mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan BKSDA. Terkait dengan status CA tersebut, dan perizinan untuk memanfatkan kawasan itu menjadi lokasi objek swsaiat alam di daerah ini.(lal)