Merapi Erupsi, Hujan Abu di Boyolali

  • Whatsapp
Hujan abu Boyolali.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BOYOLALI – Wilayah Boyolali dilanda hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi yang terjadi siang tadi, Rabu, 27 Januari 2021.

Hujan abu dengan intensitas tipis menyelimuti beberapa desa di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, dan Boyolali Kota imbas erupsi Gunung Merapi  yang mengeluarkan awan panas.

“Akibat awan panas ini, dilaporkan terjadi hujan abu intensitas tipis di beberapa desa di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali dan Boyolali kota,” kata petugas pengamat Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Heru Suparwarka, dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA: Merapi Erupsi, Warga Mengungsi

Pantauan BPPTKG pagi hari pukul 6.03 WIB, awan panas berguguran di sekitar Gunung Merapi.

Hasil seismogram amplitudo 40 mm dan durasi 83 detik, menunjukan angin berhembus ke lereng arah Timur dengan estimasi jarak luncur 800 m ke arah barat daya, yaitu ke daerah Krasak dan Boyong.

Pantauan terakhir BPPTKG pukul 11.47 WIB awan panas masih berguguran. Daerah ini juga diselimuti kabut.

Berdaraskan laporan BPPTKG bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kesdem) Republik Indonesia, terpantau awan panas berguguran sebanyak 22 kali.

BPPTKG menghimbau masyarakat untuk mengantisipasi efek dari abu vulkanik Merapi yang tengah erupsi tersebut.

BACA JUGA: Merapi Erupsi, Luncuran Awan Panas Makin Jauh

“Jarak luncur awan panas masih dalam radius bahaya Gunung Merapi, yaitu maksimal 5 km dari puncak,” laporan BPPTKG melalui akun twitter resminya.

Selain, imbauan kepada masyarakat, dari laporan resmi BPPTKG bersama KESDM merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten melakukan upaya – upaya mitigasi.

Sementara kondisi cuaca di Merapi saat ini dilaporkan angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 20-26 °C, kelembaban udara 63-86 %, dan tekanan udara 567-686 mmHg.

“Visual Gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20 m di atas puncak kawah,” imbuh dia.(kal)