Menteri LHK Tinjau Lahan Persemaian di Calon Ibukota Negara

  • Whatsapp
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat mengadakan kunjugan ke ke areal calon Ibukota Negara ( IKN) yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.
banner 468x60

NUSADAILY COM – JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar Sabtu 4 April 2021 melakukan kunjungan kerja ke areal calon Ibukota Negara (IKN) yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan tersebut orang nomor satu di kementerian LHK tersebut meninjau langsung kesiapan lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi pusat gedung pemerintahan, bukan hanya itu menteri Siti juga meninjau langsung prosgres pembangunan persemaian modern yang dilakukan kawasan tersebut.

“Saya bersama Tim Kemenkomarves, Bappenas dan KLHK datang untuk mempelajari perkembangan serta langkah-langkah teknis yang harus disentuh dalam perspektif lingkungan, dukungan dan antisipasi teknis pembangunan dan hal-hal yang perlu didahulukan dan perlu dibaca menurut progres yang ada saat ini” ujar Menteri Siti.

Dikatakan juga bahwa kegiatan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko widodo ( Jokowi) yang meminta pembangunan ibukota negara baru harus di bangun dengan konsep kota cerdas (Smart City) dan tyetap memperhatikan pemulihan dan perlindungan lingkungan.

Terkait Progres pembangunan permsemaian permanen yang dibangun seluas 120 hektaer di kawasan hutan produktif Mentawirdi areal IUPHHK-HTI PT. Inhutani 1, menteri siti mengungkapkan jika konsep tersebut sejalan dengan pembangunan IKN dan pemulihan lingkungan.

Dalam kesempatan itu pula, dia menuturkan jika sudah meminta jajarannya sesgera mungkin melakukan koleksi ditempat persemaian untuk beberapa jenis tanaman kayu keras.

“Kapasitas produksi bibit yang direncanakan akan meliputi bibit tanaman hutan seperti tanaman kayu, multi purpose tree species dan tanaman endemik, dan rencana persemaian modern ini akan di bangun sarana dan prasarana persemaian seperti Germination Rooting Mother Plant House, Laboratorium Kultur Jaringan, Aclimatization Area, Shaded Area, Open Area, Pengolahan Media Tanam, serta Reservoar. Penghijauan merupakan pekerjaan nyata yang perlu kita lakukan bersama-sama masyarakat,” kata Menteri Siti.

Iapun telah. menugaskan beberapa dirjen yang diajaknya serta. Perintah untuk memulai penghijauan kepada Dirjen DAS, mengembangkan hutan jenis kayu keras kombinasi kayu cepat tumbuh kepada kepala BLI dan tetap lakukan patroli wilayah antisipasi dari karhutla kepada Dirjen PPI dan Dirjen Gakkum, serta penataan kawasan 42.000 Ha peralihan dari PT. ITCHI kepada Negara oleh Dirjen PHPL.

Kemudian Menteri Siti juga berujar bahwa bersama-sama Kemenkomarves dan Kemen KKP, serta Bappenas sedang terus menata persoalan perlindungan dan rehabilitasi mangrove secara nasional dan termasuk di Kalimantan Timur.

“Juga yang terkait mangrove, saya kira Kalimantan Timur terus ke pantai timur sampai ke utara tutupan mangrovenya banyak sekali, belum lagi di delta-delta sungai sampai ke dalam, juga yang dekat wilayah IKN itu semua sedang kita tata,” ucapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebuit ,Gubernur Kalimantan Timur, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Sekretaris Jenderal KLHK, Dirjen PPI KLHK sekaligus PLT. Dirjen PKTL KLHK, Kepala BP2SDM KLHK sekaligus PLT. Dirjen PDASRH, Kepala BLI KLHK, Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kemenkomarves, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, Jajaran Eselon II KLHK dan UPT KLHK Kalimantan Timur. (sir/kal)