Menekan Kasus COVID-19, 25.652 Warga Boyolali Sudah Divaksinasi

  • Whatsapp
Vaksin
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyebutkan jumlah warga yang sudah mendapatkan vaksinasi sebanyak 25.652 sasaran dalam rangka upaya pemerintah untuk menekan angka kasus COVID-19 di wilayahnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina, di Boyolali, Jateng, Kamis, mengatakan warga di Boyolali yang sudah mendapatkan suntikan pertama vaksinasi COVID-19 hingga Rabu (7/4), sebanyak 25.652 sasaran.

Baca Juga

BACA JUGA: 8.551 Guru di Boyolali Ikuti Vaksinasi COVID-19 – Nusadaily.com

Sedangkan, warga yang sudah mendapatkan suntikan kedua vaksinasi COVID-19 di Boyolali, sebanyak 18.431 sasaran.

Ratri menjelaskan kegiatan vaksinasi COVID-19 tahap saat ini, dilakukan untuk kelompok lansia yang digelar diseluruh fasilitas kesehatan di Boyolali.

BACA JUGA: Pasien Sembuh COVID-19 di Boyolali Bertambah Menjadi 5.550 Orang – Noktahmerah.com

“Kelompok lansia yang sudah mendapatkan suntikan pertama vaksinasi COVId-19 ada sebanyak 383 sasaran, sedangkan suntikan kedua sebanyak 10 sasaran,” katanya.

Menurut dia, untuk kegiatan vaksinasi COVID-19 di Boyolali dilayani sebnayak 54 faskes yang tersebar di 22 kecamatan. “54 faskes ini, mampu melayani vaksinasi untuk warga di 22 kecamatan di Boyolali,” katanya.

“Jumlah kelompok lansia di Boyolali yang perlu vaksinasi COVID-19 mencapai 180.000 sasaran. Setelah ini, kegiatan vaksinasi mengarah kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional,” katanya.

BACA JUGA: Warga Sembuh COVID-19 di Boyolali Terus Bertambah Menjadi 5.421 Orang – Imperiumdaily.com

Kendati demikian, dia menjelaskan, vaksinasi COVID-19 merupakan bagian dari upaya pemerintah mengendalikan penularan serta menurunkan tingkat kesakitan dan kematian akibat infeksi virus corona.

Oleh karena itu, dia mengingatkan bahwa protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan harus tetap dijalankan guna menekan risiko penularan COVID-19.(eky)