Layanan BKAD Bantul Dibuka Kembali Usai Ditutup Karena COVID-19

  • Whatsapp
Bantul
Posko COVID-19 Terpadu Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANTUL – Layanan publik pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah dibuka kembali usai sempat dilakukan penutupan karena sejumlah aparatur sipil negara di lingkungan instansi pemerintah itu terkonfirmasi terpapar COVID-19.

“Kemarin kan di BKAD sudah dilaksanakan penutupan di akhir Februari 2021 dan sekarang sudah buka kembali,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis di Bantul, Minggu.

Baca Juga

BACA JUGA: Tren Kasus Positif COVID-19 di Bantul Turun – Nusadaily.com

Menurut dia, di instansi BKAD Bantul yang berada di kantor kompleks Parasamya Pemkab Bantul tersebut awalnya terdapat beberapa pegawai terpapar COVID-19, namun setelah dilakukan tracing dan testing kasus bertambah menjadi 26 pegawai yang konfirmasi.

“Dari jumlah itu, yang empat pegawai di antaranya sudah sembuh, nah sisanya masih melakukan isolasi, dan saat ini kita tidak menutup pelayanan,” katanya.

BACA JUGA: Jelang Akhir PPKM Mikro, Kasus Positif COVID-19 di Bantul Naik – Noktahmerah.com

Helmi yang juga Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Bantul mengatakan pelayanan yang diberikan dari instansi pelayan publik bidang keuangan itu dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung.

“Karena pelayanan juga disamping yang secara langsung juga secara online, sehingga warga masyarakat tidak akan mengalami kendala dalam hal mendapatkan pelayanan,” kata Helmi.

Pemkab Ajak Masyarakat Disiplin Prokes

Dalam upaya memutus penyebaran COVID-19, Pemkab mengajak masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan. Dengan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga jarak, hindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

BACA JUGA: Bikin Animatorik, Pemuda Bantul Dapat Pujian Ketua DPD RI – Imperiumdaily.com

“Karena protokol kesehatan itu menjadi salah satu strategi untuk bisa memutus mata rantai perkembangan COVID-19. Tanpa ada itu tentunya kita akan sulit mengendalikan perkembangan COVID-19 di Bantul,” katanya.

Satgas Penanganan COVID-19 Bantul menyebut total kasus positif per Sabtu (6/3) berjumlah 8.236 orang, dengan dinyatakan sembuh 7.259 orang. Sementara kasus meninggal 244 orang, sehingga data pasien konfirmasi positif yang masih menjalani isolasi berjumlah 733 orang.(eky)