Larangan Mudik, Ribuan Angkutan Umum di Aceh Dikandangkan

  • Whatsapp
Angkutan Umum
Polisi menghentikan laju bus di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, di Aceh Tamiang, Kamis (6/5/2021). Antara Aceh/HO/Ditlantas Polda Aceh
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANDA ACEH – Ribuan angkutan umum di Provinsi Aceh dikandangkan menyusul adanya larangan beroperasi melayani penumpang guna mencegah penyebaran COVID-19 pada Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021 Masehi.

BACA JUGA : MRT Jakarta Sepi Penumpang, Tertinggi Dibanding Angkutan Umum Lain – Nusadaily.com

Baca Juga

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh H Ramli, di Banda Aceh, Kamis, mengatakan jumlah angkutan umum, baik ukuran kecil maupun besar di provinsi ini lebih dari 4.100 unit.

“Untuk bus antarprovinsi ada 500-an unit. Sedangkan angkutan umum ukuran kecil seperti L-300 ada 3.600-an. Kini, semua angkutan umum tersebut tidak bisa beroperasi,” kata H Ramli.

Penghentian operasional angkutan umum tersebut, menyusul adanya kebijakan pemerintah melarang mudik Lebaran 1442 Hijriah. Tujuan larangan tersebut mencegah lonjakan COVID-19 usai hari raya nanti.

BACA JUGA : Organda Dukung Penyediaan Jasa Angkutan Mudik Lebaran 2021 – Noktahmerah.com

H Ramli mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah menyekat pergerakan orang antarprovinsi. Pihaknya juga mendukung penghentian angkutan umum penumpang antarprovinsi.

Namun yang menjadi persoalan sekarang, pemerintah juga melarang angkutan penumpang antarkabupaten kota dalam provinsi, kata H Ramli menyebutkan.

“Sejumlah awak angkutan antardaerah dalam provinsi keberatan dengan kebijakan itu. Alasannya, mereka sudah menjual tiket penumpang,” kata H Ramli pula.

BACA JUGA : Besok Hari Perhubungan Darat Nasional, Transportasi Umum Wajib Dukung Mobilitas Masyarakat – Beritaloka.com

Karena itu, H Ramli menyarankan pemerintah menunda penghentian operasional angkutan penumpang dalam provinsi hingga 10 Mei. Selanjutnya, hingga 17 Mei bisa dihentikan seperti kebijakan pemerintah.

“Ini solusi untuk angkutan yang sudah menjual tiket. Kami berharap pemerintah mengizinkannya. Ini semata-mata membantu awak angkutan yang masih kesulitan akibat dampak pandemi COVID-19,” kata H Ramli.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan melarang angkutan umum antarkota dalam Provinsi Aceh beroperasi terhitung 6 hingga 17 Mei 2021.

Larangan tersebut menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.(ros)