Kuliah Umum USU Tentang KPK Disusupi Video Porno, Begini Kronologinya

  • Whatsapp
kuliah umum
Ilustrasi. (Shutterstock)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MEDAN – Kuliah umum daring Ikatan Mahasiswa Hukum Administrasi Negara (Imahara), Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara (USU) perihal Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetiba diretas dengan kemunculan video porno.

Kuliah umum dengan tema ‘Alih Status Pegawai KPK dari Sudut Pandang Hukum Administrasi Negara’, ini digelar pada Kamis (3/6/2021). Dengan pembicara Beni Kurnia Illahi, yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Bengkulu sekaligus peneliti Pusako FH Universitas Andalas.

BACA JUGA: Ngabalin Minta Jangan Paksa Presiden Langgar UU, soal Harapan Raja OTT KPK Harun Al Rasyid ke Jokowi

Berdasarkan informasi, mulanya, kegiatan yang dimulai pada pukul 09.30 tersebut berjalan tanpa kendala.

Wakil Dekan I Fakultas Hukum USU Dr Agusmidah, SH, MHum sempat memberikan kata sambutan mewakili dekan. Setelahnya, Prof Dr Ningrum Sirait melanjutkan acara sebagai pemantik diskusi dalam kegiatan tersebut.

Gangguandari luar panitia mulai muncul ketika Beni Kurnia Ilahi menyampaikan pemaparannya di platform virtual tersebut.

Muncul video monyet tengah berjoget dari salah satu peserta. Kemudian, ada suara yang cukup mengganggu dari mikrofon peserta.

Namun kuliah umum tentang KPK ini masih dilanjutkan hingga sesi tanya jawab.

Saat Prof Ningrum memberikan jawaban atas pertanyaan peserta, mendadak muncul gangguan berupa upaya dari peserta untuk menampilkan layar berisi adegan porno.

Panitia lantas berupaya untuk mengeluarkan peserta tersebut dari ruangan virtual kuliah umum.

Merespons adanya gangguan, Prof Ningrum menanggapi dengan menyebut adanya pihak yang mencoba melakukan serangan terhadap kegiatan kuliah umum tersebut.

“Lihat ini ada yang serang-serang ini. Sudah, tutup saja,” katanya.

Gangguan belum juga berhenti. Ada peserta yang tetap berupaya menampilkan video porno. Setidaknya, panitia acara kuliah umum USU mencatatkan ada tiga akun yang mencoba menampilkan konten porno.

Hingga saat panitia akan menutup kuliah umum, gangguan kembali muncul dari salah satu akun.

Panitia langsung mengambil tindakan mengeluarkan akun tersebut dan menutup acara.

Keputusan diambil mempertimbangkan kenyamanan serta keamanan peserta yang mengikuti kegiatan.

Rektor USU Instruksikan Cari Pelaku

Atas kasus peretasan ini, Rektor USU Dr Muryanto Amin menginstruksikan pelakunya dapat segera ditemukan.

Melansir suara.com, ia berpendapat kejadian ini harus diusut tuntas agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Peristiwa ini memberikan pelajaran penting bagi kita semua agar tetap dan selalu memperhatikan aspek keamanan dalam setiap aktivitas kegiatan webinar,” kata Muryanto kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

Muryanto menyesalkan adanya gangguan zoom bombing yang terjadi saat kuliah umum yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum (Imahara FH USU).

BACA JUGA: Jika Pegawai Tolak Dilantik, KPK Bisa Angkat Penyidik dari Polri Maupun Jaksa

“Saya jelas menyesalkan adanya kejadian ini. Kejadian ini merupakan tindakan yang tidak terpuji yang berusaha merusak citra dunia Pendidikan dan mengganggu proses kegiatan akademik. Kuliah umum yang seyogyanya wadah untuk transfer ilmu pengetahuan dicoreng dengan adanya penyusupan konten tidak pantas ke dalam sistem kuliah daring tersebut,” jelasnya.(lna)