Koster Keukeh Suap-suapan Satu Sendok di Acara PDIP Bali Tak Langgar Prokes

  • Whatsapp
PDIP Bali
Foto: Video acara suap-suapan DPD PDIP Bali yang viral (Dok. Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – DENPASAR – Sesi suap-suapan tumpeng menggunakan sendok yang sama dalam acara yang digelar Dewan Pimpinan Daerah PDIP Bali menuai dikritik dari sejumlah kalangan. Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster turun tangan menjelaskan duduk masalahnya.

BACA JUGA: PDIP Bali Disorot, Gelar Acara Buka Masker dan Suap-suapan Satu Sendok – Nusadaily.com

Baca Juga

Dalam video yang beredar, awalnya ada sekitar belasan orang berdiri di panggung acara dan terlihat memakai masker serta udeng di kepalanya. Ada juga tumpeng yang disiapkan di atas meja.

Ada momen tiga orang, yaitu Koster bersama dua orang lain, meniup lilin yang sama dengan melepas masker terlebih dulu.

Di momen lain, diiringi lagu berlirik ‘Potong tumpengnya sekarang juga’, . Koster memotong tumpeng lalu menyuapkan makanan ke salah seorang peserta acara. Lalu, masih menggunakan sendok yang sama, Koster menyuapkan makanan ke peserta acara lainnya. Setelah sendokan kedua baru sendok diganti.

BACA JUGA: Soal Suap-Suapan Satu Sendok di Acara PDIP Bali Begini Penjelasan Koster – Noktahmerah.com

Momen ini disorot oleh netizen dan sejumlah kalangan yang menyayangkan peristiwa itu terjadi.

Satgas COVID-19 Minta Penularan Corona Diminimalisir

Satgas COVID-19 meminta semua pihak bisa meminimalisir penularan virus Corona

“Di masa pandemi siapapun orangnya harus bisa bijak semaksimal mungkin untuk meminimalisir peluang penularannya,” kata Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasminto saat dihubungi, Senin (25/1/2021).

BACA JUGA: Usai Ditutup Akibat Pedagang Terkonfirmasi Covid-19, Pasar Rejotangan Tulungagung Kembali Beroperasi – Javasatu.com

Wiku berharap tokoh masyarakat bisa memberikan contoh yang baik. Tokoh masyarakat harus disiplin mematuhi protokol kesehatan.

PPP Sayangkan Suap-suapan Satu Sendok di Acara PDIP Bali

Politikus PPP Achmad Baidowi atau Awiek meminta publik figur memberikan contoh dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Semua Pihak Harus Menjaga Prokes

https://831fcfddacbc218112171898d58d2988.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html “Sebaiknya di era pandemi COVID semua pihak harus menjaga prokes. Khususnya para publik figur harus memberikan contoh yang baik,” kata Awiek kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Awiek bersyukur peserta di acara DPD PDIP Bali telah dinyatakan negatif COVID-19. Ia pun menekankan setiap acara yang digelar di masa pandemi harus menerapkan protokol kesehatan.

Anggota Komisi VI DPR RI itu meminta semua pihak tidak menganggap enteng pandemi COVID-19. Sebab, kelalaian menerapkan protokol kesehatan dapat membuat orang lain terpapar COVID-19.

PKS Sarankan PDIP Bali Minta Maaf

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai kegiatan itu berbahaya dan meminta Koster untuk meminta maaf.

“Suap-suapan satu sendok berbahaya sekali. Bagusnya minta maaf.” kata Mardani kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Mardani mengatakan seharusnya pejabat publik menjadi contoh untuk masyarakat terkait disiplin protokol kesehatan (prokes). Dia menegaskan penerapan prokes harus diterapkan oleh semua lapisan masyarakat.

Anggota Komisi II ini enggan berspekulasi lebih terkait ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan dalam acara itu. Mardani menyerahkan penilaian itu kepada masyarakat.

Dalih I Wayan Koster

Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster menjelaskan acara tersebut adalah bentuk syukuran PDIP Bali atas penyelenggaraan Pilkada 2020 di Pulau Dewata tersebut.

Koster mengatakan, acara ini digelar di kantor DPD PDIP Bali dengan 25 peserta pada Sabtu 23 Januari 2021.

Menurut Koster, para peserta dinyatakan negatif COVID-19 berdasarkan rapid test antigen.

Koster pun menegaskan tidak ada pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di acara PDIP Bali.

“Acara dilaksanakan di aula kantor DPD PDI Perjuangan dengan jumlah peserta sekitar 25 orang, menjaga jarak, memakai masker, dan telah mengikuti rapid test antigen dengan hasil negatif. Hanya pada saat tiup lilin saja masker dibuka, sebelum dan sesudahnya masker tetap dipakai,” ungkap dia.

Soal momen suap-suapan. Koster mengakui dua orang menggunakan sendok yang sama, dengan alasan demi efektivitas.

“Karena kecepatan, satu sendok dipakai 2 orang, setelah itu yang lain, 9 orang, pakai sendok berbeda,” ujar Koster, dikutip Nusadaily.com dari detikcom, Senin (25/1/2021).(han)