Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim ke Kepri, Hasilkan Transaksi Rp 306,5 Miliar

  • Whatsapp
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim pimpin Misi Dagang dan Investasi (MDI) di Kepri.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BATAM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan potensi perdagangan antar daerah. Setelah dengan Provinsi Maluku Utara, Jumat (30/4/2021), misi dagang dan investasi (MDI) dilakukan Provinsi Kepulauan Riau.

Digelar di Nagoya Hills Hotel Kota Batam, MDI mempertemukan 142 pelaku usaha terdiri 42 pelaku usaha dari Jawa Timur dan 100 pelaku usaha asal Kepulauan Riau.

Transaksi menunjukkan iklim positif. Pasalnya, di awal MDI mencapai Rp 201 miliar. Saat penutupan Masa Dagang sore hari, tembus transaksi Rp.306.528.500.000.

“Alhamdulillah, misi dagang di Kepri mencatatkan transaksi besar Rp 306.528.500.000. Ini penyemangat kita untuk terus menggali potensi dan kebutuhan daerah,” kata Gubernur Khofifah.

Potensi kerjasama dan transaksi perdagangan juga besar. Kepulauan Riau ini menjadi perlintasan perdagangan yang strategis, yang didukung 10 pelabuhan bongkar muat.

Dia berharap produk Jawa Timur yang dikirim ke Batam bisa diekspor ke negara lain, semisal Singapura dan Malaysia.

“Bagaimana partnership Jatim dan Kepri meluas dengan membangun koneksi bisnis dengan Malaysia dan Singapura. Maka intermediasi dari Kepri untuk bisa menjadi bagian dari koneksi perdagangan antara Jatim Kepri ke Singapura dan Malaysia, jejaring ini dibangun jadi satu dengan investasi,” tandas Khofifah.

Kata dia jalinan perdagangan antara Jatim dengan Kepri sudah terjalin cukup masif, dan nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

“Berdasarkan data BPS 2020, nilai bongkar muat Jatim-Kepri nilainya mencapai Rp 216,24 miliar. Terdiri dari bongkar (Kepri ke Jatim) sebesar Rp 21,47 miliar, dan muat (Jatim ke Kepri) sebesar Rp 194,77 miliar. Banyak sekali produk Jatim yang kita perdagangkan ke Kepri,” tandas Gubernur ini.

Komoditas dari Jatim yang banyak dipasarkan ke Kepri yakni beras, jagung, kopi, cengkeh, bawang merah, jahe gajah, dan juga sejumlah barang-barang mesin proyek.

Sedangkan komoditas perdagangan dari Kepri yang dipasarkan ke Jatim diantaranya konveksi, crude palm oil, dan barang-barang elektronik.

“Perdagangan antar daerah sangat potensi. Maka kita sisir temu kenali apa andalan dan kebutuhan yang bisa kita suplai dari Jatim, itu menjadi penting,” kata Khofifah.

Pada era pandemi 2020, neraca ekspor Jatim minus Rp. 8,1 trilliun, dengan perdagangan antar pulau ini malah surplus, mencapai Rp. 91 trilliun.

Melihat itu, Khofifah gencar memaksimalkan produk Jatim masuk Provinsi lain. Mulai dari beras, daging, rempah dan bahan lain.

“Kemarin kita sisir 15,5 ton daging ayam karkas ke Maluku Utara, beras ke DKI Jakarta,” ujarnya.

Tujuannya menyejahterakan masyarakat Jatim. Hadir dalam MDI ini Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, yang menandatangani MoU dua Gubernur, Jatim dan Kepri, setelah MOU dengan PKS Dinas Koperasi dan UKM Jatim dengan Dinas Koperasi dan UKM Kepulauan Riau, serta DPMPTSP Jatim dan DPMPTSP Kepri. (ima/kal)