Kesadaran Masyarakat untuk Hidup Sehat Masih Minim

  • Whatsapp
Dokter Dede
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TTS – Selama menjalankan tugas sebagai dokter umum di Puskesmas Kapan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak tahun 2017 lalu berjalan dengan baik dan menyenangkan.

Baca Juga

Namun satu hal yang sering ditemui oleh Dokter Deedee Norma Yanti Henukh. Yakni saat memberikan penjelasan kepada keluarga pasien untuk merujuk ke rumah sakit yang memiliki alat lengkap. Biasanya keluarga terlambat ambil keputusan dengan berbagai alasan.

Demikian disampaikan dokter umum Puskesmas Kapan Deedee Norma Yanti Henukh dalam perbincangan dengan Nusadaily.com Jumat ( 26/9) di Kupang.

Menurut putri sulung Kapolsek Niki-niki Iptu Nifron Henuk, alasan keluarga pasien untuk mengambil keputusan di antaranya masih menunggu persetujuan dari keluarga berupa Atoin Amaf. Padahal seharusnya lebih cepat jauh lebih baik penanganannya.

Lebih lanjut dokter lajang ini menambahkan kebiasaan tersebut itu membuatnya sebagai tenaga medis merasa kesulitan untuk menangani pasien. “Jujur alasan keluarga itu menghambat penanganan pasien,” katanya.

Perilaku hidup masyarakat tambah dia untuk menjaga kesehatan sejauh ini masih terbilang belum begitu baik. Padahal dari pihak kesehatan sudah berulang kali melakukan sosialisasi dan imbauan untuk menjaga kesehatan. Dengan menghindari perilaku konsumsi minuman keras.


Dia mengatakan sebenarnya apabila masyarakat sadar dan menerapkan pola hidup sehat dengan menghindari rokok dan minuman alkohol itu baik. Khusus di pandemi covid 19, kata dia masyarakat belum patuhi protokol kesehatan.

“Sejauh ini kesadaran masyarakat minim. Meski tim kesehatan sudah banyak memberikan informasi mengenai dampak buruk,” kata lulusan fakultas kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya 2013 ini.

Menurutnya, memang kesadaran masyarakat yang masih kurang untuk hidup sehat. Dia berharap agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Terpisah Yulesthie Yolan Mulnyria Ndaomanu, dalam percakapan dengan Nusadaily.com mengatakan, kesehatan adalah tanggungjawab setiap orang namun banyak orang tidak menjaga kesehatan .

Menurut alumni Stikes Citra Husada Mandiri Kupang ini, hingga kini sebagian orang merasa tidak nyaman jika kita batuk tanpa menutup mulut. Karena itu mulai dari dalam diri kita perlu mempunyai dampak yang luar biasa buat diri sendiri dan juga bahkan orang lain.

Menurutnya, terkadang orang lupa bahwa sehat itu mahal padahal tidak. “Salah satu cara mencintai diri sendiri yaitu dengan menghindari kebiasaan buruk sudah bisa terhindar,” ucapnya.

Dia mengajak untuk membiasakan diri dengan menerapkan menjaga kesehatan dari yang paling kecil tapi berdampak baik. Yakni hidup sehat dimulai dari dalam diri sendiri. “Hal kecil adalah mencuci tangan sebelum makan. Ini hal kecil tapi mempunyai efek baik untuk diri sendiri,” tuturnya.

Dia mengakui di Kupang masih ada sebagian orang belum menerapkan dengan baik hal-hal kecil itu.

Hal serupa juga dikatakan mahasiswa semester VIII Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang, Gregorius Agung Kua. Menurutnya minim kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Hingga saat ini kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan berobat di fasilitas kesehatan yang tersedia sejak dini masih minim.

Sebagian Masyarakat Memiliki Kesadaran Hidup Sehat


Menurut pria kelahiran Kupang 1 September 1998 ini sebagian masyarakat memiliki kesadaran tentang hidup sehat sudah baik. Misalnya menghindari makanan dan minuman yang menggangu kesehatan. Sedangkan yang lain tidak memperhatikan kesehatan dan mudah terserang penyakit.

Dan lebih parahnya lagi begitu terserang penyakit tidak langsung berobat ke fasilitas kesehatan. Tapi menunggu sampai kondisi memburuk baru mau berobat ke fasilitas kesehatan yang ada. Dan akhirnya membutuhkan proses perawatan lebih berat dan membutuhkan biaya besar.

“Masyarakat sebagian belum baik kesadarannya tentang kesehatan yakni begitu jatuh sakit tidak langsung ke fasilitas kesehatan untuk ditangani tapi tunggu sampai kondisi parah baru ke fasilitas kesehatan sehingga kondisi nya sudah parah baru di tangani petugas medis profesional dan berdampak biaya besar dan terancam keselamatan.” Ucap nya.

Cowok yang memiliki hobi renang dan menggambar ini mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan pola hidup sehat. Dan selalu kontrol kesehatan di fasilitas kesehatan guna mengetahui kondisi kesehatan agar menjaga kesehatan. Dan sangat penting lagi ketika terserang penyakit segera ke fasilitas kesehatan untuk ditangani petugas medis dari awal. Karena dengan demikian bisa teratasi penyakit yang diderita.

“Saya ajak masyarakat untuk terapkan pola hidup sehat dan cepat berobat ke fasilitas kesehatan yang tersedia. Karena di sana ada tenaga medis yang memiliki kemampuan untuk menangani dan menyembuhkan penyakit yang diderita lebih dini. Dan tak kalah penting juga perlu menerapkan pola hidup sehat dengan menjauhi minuman keras sebab dengan demikian tidak terserang penyakit,” saran alumni SDK St. Yoseph 3 Kupang dan SMPK St. Theresia Kupang ini

Dia mengaku kesadaran masyarakat untuk berobat ketika terserang penyakit masih tergolong minim. Ini juga karena masih banyak pemahaman keliru. Yakni masyarakat sering datang terlambat berobat dan ketika (penyakitnya sudah berat baru berobat).

Padahal kalau lakukan pemeriksaan rutin dan ditangani lebih awal bisa diobati lebih cepat, dan prognosisnya bisa lebih baik .

“Selain itu, anak dari staf ASN Pemkab Kupang yang bertugas di LPP Radio Siaran Kabupaten Kupang ini mengaku masih banyak masyarakat juga yang lebih percaya berobat ke dukun atau orang pintar. Dan nanti kondisi sudah parah baru ke dokter dan akhirnya penanganan terlambat,” tuturnya.(tia/soy/aka)

Post Terkait

banner 468x60