Kadisperindag Banjarmasin: Gelar Pasar Murah

  • Whatsapp
Plt Kadisperindag Banjarmasin Norbiansyah saat menyerahkan secara simbolis paket pada gelar pasar murah Ramadhan 1442 hijrah.(Antaranews Kalsel/Sukarli)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANJARMASIN – Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Norbiansyah menyatakan, gelar pasar murah yang dilakukan pihaknya pada Ramadhan 1442 hijrah ini memperlihatkan protokol kesehatan COVID-19.

“Jadi pelaksananya sistem kupon, jadi ada jadwal untuk membelinya, diupayakan tidak ada kerumunan, kita harus mentaati protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19,” ujarnya di Banjarmasin, Minggu.

Baca Juga

BACA JUGA : Bulog Dukung Pasar Murah Pemprov Gorontalo untuk Sambut Ramadan – Nusadaily.com

Menurut dia, ada sebanyak 500 paket yang dijual setiap titik pasar murah tersebut.

“Ada 12 kelurahan yang kita jadwalkan tahun ini digelar pasar murah tersebut,” paparnya.

BACA JUGA : Sasaran Pasar Murah Lebaran Warga Berpenghasilan Rendah – Imperiumdaily.com

Norbiansyah menyatakan, untuk sasaran gelar pasar murah ini dikhususkan bagi warga yang kurang mampu, di mana kupon disebar ke seluruh RT dan RW untuk memilih warganya yang berhak.

“Jadi koordinasi dengan kelurahan nantinya para RT dan RW itu, bagaimana mendisplinkan jadwal warga yang datang ke pasar murah, tentunya lagi harus mentaati protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak dan tidak menimbulkan kerumunan,” paparnya.

BACA JUGA : Pemprov Jambi Buka Pasar Murah Bebas Ongkir – Noktahmerah.com

Pasar Murah di Enam Titik

Sejauh ini sudah dilaksanakan pasar murah di enam titik, ujar Norbiansyah, berjalan cukup baik, di mana tujuannya agar bisa membantu masyarakat yang kurang mampu menjalani ibadah puasa ini.

Menurut dia, gelar pasar murah ini bekerjasama dengan Banjarmasin Coorporate Sosial Responsibility (BCSR), setiap paket dapat subsidi Rp15 ribu.

Setiap paket itu berisi gula pasir 2 kilogram dan minyak goreng 2 liter.

“Total harga per paket itu Rp49 ribu, karena disubsidi Rp15 ribu, masyarakat hanya membayar Rp34 ribu,” ujarnya.(lal)