Hilal Awal Ramadan 1442 H Mulai Terlihat di Sejumlah Wilayah Indonesia

  • Whatsapp
Petugas Lembaga Falakiyah sedang melakukan tugas rukyatul hilal sebelum sidang isbat Kemenag (Foto: Kemenag)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Nurwendaya menyampaikan, pihaknya telah menerima referensi laporan jika hilal awal Ramadan 1442 H terlihat di sejumlah wilayah Indonesia.

Pernyataan Cecep disampaikan saat memberikan paparan mengenai posisi hilal Awal Ramadan 1442H dalam rangkaian pelaksanaan sidang isbat yang digelar Kementerian Agama di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, seperti dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

Baca Juga

Dalam kegiatan ini hadir Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Sidang juga diikuti perwakilan ormas melalui aplikasi daring.

“Ada referensi bahwa hilal awal Ramadan 1442 Hijriah hari Senin tanggal 12 April 2021 dapat teramati dari wilayah Indonesia,” kata Cecep dalam keterangan resmi yang diterima Nusadaily.com.

Menurutnya, ijtimak terjadi pada hari Senin, 12 April 2021, sekitar pukul 09.31 WIB. Pada saat terbenam matahari, lanjut Cecep, di seluruh Indonesia sudah terjadi ijtimak atau konjungsi.

“Hilal awal Ramadan sudah cukup tua, umurnya sudah lebih delapan jam. Di Indonesia hilal berada pada posisi signifikan untuk dilihat,” tuturnya.

“Untuk di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas Pelabuhan Ratu, posisi hilal saat terbenamnya matahari pada posisi 3,59 derajat dengan umur bulan 8 jam 23 menit, 12 detik,” tambahnya.

Cecep menjelaskan, hilal awal Ramadan 1442 H pada hari Senin, 12 April 2021 sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Yaitu, tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan ke Matahari minimal 3 derajat atau umur hilal minimal 8 jam.

Sebagai yurisprudensi referensi, hilal Syawwal 1404H dengan tinggi 2 derajat dan ijtimak pada pukul 10.18 WIB pada 29 Juni 1984 juga berhasil dilihat oleh: Muhammad Arief (33) Panitera Pengadilan Agama Pare-Pare dan Muhadir (30) Bendahara Pengadilan Pare-Pare. Selain itu, Abdul Hamid (56) dan Abdullah (61), keduanya guru agama di Jakarta, juga dapat melihat hilal pada saat itu.

“Ma’mur Guru Agama Sukabumi dan Endang Efendi Hakim Agama Sukabumi, juga melihat hilal saat itu,” ujar Cecep.

“Jadi ada referensi bahwa hilal awal Ramadhan 1442 H pada hari Senin tanggal 12 April 2021 teramati dari Wilayah Indonesia,” imbuh Cecep.(lna)