Gakkum KLHK Tangkap Dua Truk Kayu Ilegal di Tangerang

  • Whatsapp
Gakkum KLHK
Truk pengangkut kayu ilegal menuju Tangerang yang berhasil diamankan Gakkum KLHK. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TANGERANG – Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Selasa (4/8) di Tangerang Banten, berhasil Mengamankan dua unit truk tronton bermuatan kayu ilegal sebanyak lebih kurang 72 M3, yang berasal dari Provinsi Jambi.

Operasi ini digelar setelah Gakkum mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya pengangkutan kayu ilegal dari kawasan hutan di wilayah Kabupaten Tebo dengan tujuan PD Cibodas Jaya Kayu (PD CJK) di Jl. Gatot Subroto Km 3,2 No 127, Kota Tangerang.

"
"

Baca Juga

"
"

Dalam penyergapannya, Tim Gakkum langsung bergerak cepat meluncur ke CV. CTB di dapati truk tersebut sedang mengangkut kayu yang siap di bawa ke PD CJK. Seketika itu juga tim Gakkum mengadakan pemeriksaan

Dari pemeriksaan awal, tim menemukan dokumen yang menyertai kayu Palsu. Selanjutnya tim langsung mengamankan kedua truk beserta kayu ilegal. TKP dijaga ketat oleh Petugas SPORC.

Upaya Penindakan Pembalakan Liar Hutan Sumatera

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Sustyo Iriyono mengatakan bahwa kegiatan operasi ini sebagai upaya memerangi peredaran kayu hasil pembalakan liar di wilayah Sumatera yang masih terjadi. Kayu ilegal diedarkan dengan tujuan Jabodetabek dan sekitarnya.

“Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kegiatan intelijen yang telah memetakan jaringan dan pelaku, cukong kayu dan penampung kayu ilegal. Operasi ini merupakan bagian dari upaya penindakan kegiatan pembalakan liar yang merusak kawasan hutan di wilayah Sumatera,” jelasnya.

Selain mengamankan barang bukti, Tim Gakkum KLHK juga mengamankan 2 sopir, 1 karyawan PD CJK yang berada di CV CTB dan pemilik CV CTB untuk diperiksa oleh Penyidik KLHK. Pelaku diduga melanggar ketentuan Pasal 88 Ayat 1 Huruf a dan b Jo. Pasal 14 Huruf a dan b dan/atau Pasal 16 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Sustyo juga menegaskan Illegal logging merupakan kejahatan yang luar biasa, karena menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat baik ekonomi maupun ekologi. Kekayaan hayati kita akan hilang kalau hutan rusak. Jangka panjang, bencana ekologis seperti banjir, longsor dan kekeringan akan mengancam kehidupan masyarakat.

Pelaku kejahatan khususnya cukong atau pemodal serta penampung kayu ilegal dikategorikan sebagai penjahat yang mencari keuntungan atas kerugian negara dan penderitaan orang banyak.(sir/lna)

Post Terkait

banner 468x60