Cegah Penularan COVID-19, Kamp Pengungsian Seroja Ditutup

  • Whatsapp
di
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (Antara/ Benny Jahang)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat berharap para pengungsi karena terdampak bencana badai siklon tropis seroja tidak menempati kamp pengungsian guna menghindari terjadinya penularan COVID-19.

“Sebaiknya warga tidak dikumpulkan terpusat di kamp pengungsian karena bisa berpotensi adanya penularan COVID-19,” kata Viktor di Kupang, Selasa, terkait upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di tengah bencana alam badai seroja.

Baca Juga

BACA JUGA: Menteri Pertanian Berkunjung ke Kupang (NTT), Meninjau Lokasi Bencana Alam – Nusadaily.com

Ia mengatakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang masih terjadi di provinsi berbasis kepulauan ini. Maka warga yang terdampak bencana alam badai siklon tropis Seroja ini tidak dikumpulkan terpusat dalam kamp pengungsian. Namun disebarkan ke rumah-rumah penduduk yang tidak terdampak bencana.

“Korban bencana ini sebaiknya disebar ke rumah-rumah warga yang bersedia menampung para korban yang tertimpa bencana,” kata Viktor.

BACA JUGA: Sebagian Desa Tunbaun di Kupang Tenggelam Akibat Siklon Seroja – Noktahmerah.com

Menurutnya, BNPB akan menyiapkan anggaran sewa rumah bagi para korban terdampak bencana alam badai seroja sebesar Rp500 ribu/bulan untuk biaya kontrakan.

Biaya kontrakan rumah itu diberikan sambil menunggu proses relokasi dilakukan pemerintah.

BACA JUGA: Pemkot Kupang Dorong Pelaku Usaha Bantu Kendaraan Angkut Sampah – Imperiumdaily.com

Viktor mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Kupang yang melakukan upaya antisipasi secara dini terhadap penyebaran COVID-19. Dengan melakukan rapid antigen terhadap para pengungsi di kamp-kamp pengungsian.

Menurut Viktor, apabila diperlukan rapid antigen dilanjutkan dengan tes PCR kepada semua korban yang ada di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.(eky)