Bupati Kepulauan Meranti Menjadi Orang Pertama Divaksin COVID-19

  • Whatsapp
Kedatangan vaksin sinovac di Kabupaten Kepupulauan Meranti, Kamis (28/1/2021). ANTARA/Rahmat Santoso
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KEPULAUAN MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, melaksanakan vaksinasi COVID-19 pada pekan depan, dan orang pertama yang akan divaksin adalah Bupati Irwan Nasir diikuti anggota Forkopimda dan tenaga kesehatan.

Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Dr Kamsol di Selatpanjang, Kamis, mengatakan orang yang divaksinasi pertama setelah kepala daerah antara lain, Dandim, Kapolres, Ketua DPRD, Kadis Kesehatan, Direktur RSUD, organisasi profesi kesehatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan ormas.

Baca Juga

BACA JUGA : PT Bio Farma Akan Produksi 11 Juta Dosis Vaksin COVID pada 13 FebruariNusadaily.com

“Program vaksinasi yang dilakukan di Meranti pada tahap awal ini sesuai Surat Kemendagri No 80/25/SD Tanggal 5 Januari 2021,” ujar Sekda.

Dia menjelaskan vaksinasi ini memiliki dampak yang cukup besar karena fungsinya untuk membentuk kekebalan tubuh, menurunkan angka kematian. Serta melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial serta ekonomi.

BACA JUGA : 850 Nakes RSUD dr. Abdoer Rahem Disuntik Vaksin COVID-19Noktahmerah.com

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti dr Misri, saat ini hanya tinggal tiga kabupaten di Provinsi Riau yang belum melaksanakan vaksinasi COVID-19, termasuk Kepulauan Meranti. Agar program pemerintah ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar, perlu dilakukan pencanangan terlebih dahulu.

“Kegiatan ini untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat dari manfaat vaksinasi dan menepis hoaks terkait efek samping vaksin COVID-19 tersebut. Vaksin ini aman, dan saya termasuk orang yang pertama mendaftar untuk dilakukan vaksinasi esok,” bebernya.

BACA JUGA : Kolombia Akan Terima 4.4 Juta Vaksin COVID-19 Dari COVAXBeritaloka.com

Dijelaskannya, untuk pelayanan vaksinasi COVID-19 akan dipusatkan pada fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, rumah sakit dan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Jumlah kuotanya dibatasi untuk pelayanan di puskesmas yaitu 30 orang per hari.

“Upaya ini dilakukan guna menghindari penumpukan. Jadi nantinya setiap orang akan diberikan dosis sebanyak 2 kali penyuntikan dengan jarak 14 hari,” terang Misri.(lal)