Buang Ratusan Kepala Hewan Kurban, Dua Orang Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
kepala hewan kurban
Tumpukan kepala sapi yang dibuang di jalur 40. (Antara/ho)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KUPANG – Tulang kepala dan tulang hewan kurban yang sudah tidak bisa dikonsumsi harusnya dikubur. Namun di Kupang Kota, NTT, tulang itu malah dibuang sembarangan. Polisi menangkap dua orang dan pelaku dijerat pasal pencemaran lingkungan.

Kepolisian Resor Kupang Kota menangkap dua orang yang diduga pelaku kasus pembuangan ratusan kepala sapi sisa penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha. Kepala sapi itu dibuang di salah satu lahan kosong di jalur 40, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak Kota Kupang, NTT.

"
"

Baca Juga

"
"

“Sudah dua orang kami tangkap. Keduanya berinisial HAP dan MJ. Diduga sebagai pelaku yang membuang ratusan kepala sapi di salah satu lahan kosong di Kota Kupang,” kata Kapolres Kupang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Satrya Binti kepada wartawan di Kupang, Senin 3 Agustus 2020.

Penangkapan terhadap dua pria tersebut dilakukan setelah polisi melakukan pencarian terhadap siapa pelaku dibalik pembuangan ratusan kepala sapi itu. Kepala sapi itu dibuang di atas tanah milik Dominggus Oematan di RT 16/RW 04, Kelurahan Manulai II. Seorang warga menemukannya pada Minggu (2/8).

Kapolres mengatakan bahwa keduanya saat ini sedang diperiksa untuk mencari tahu motif dibalik mengapa ratusan kepala sapi itu dibuang di lahan orang. Sebab bangkai itu mengakibatkan bau dan mengganggu pengguna jalan dan pemilik lahan.

Keberadaan sisa kepala sapi ini diketahui saat salah satu “akun facebook” atas nama Stef Seran menyiarkan video secara langsung temuannya itu di media sosialnya. Kemudian menjadi perbincangan semua orang dan viral.

Dalam video itu Stef menunjukkan ratusan kepala dan tulang kaki sapi berserakan dan sudah mengeluarkan aroma bau busuk. Stef mencurigai ratusan kepala dan tulang sapi tersebut berasal dari hewan kurban yang disembelih beberapa hari sebelumnya.

“Kami sudah periksa Stefanus Seran. Karena dia adalah orang pertama yang menemukan bangkai kepala sapi yang tergeletak di atas tanah milik Dominggus Oematan. Kemudian Stefanus merekam menggunakan handphone dan disiarkan melalui facebook,” katanya.

Proses pemeriksaan juga sudah dilakukan sejak Minggu (2/8) malam. Dimana penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota sudah memeriksa dua pihak. Masing-masing yang membuang kepala sapi dan sopir truk sampah yang mengangkut.

Terkait unsur pidana apa yang akan diterapkan, kata Satrya, adalah masuk pada pelanggaran undang-undang pencemaran lingkungan. (yos)

Post Terkait

banner 468x60