BI Perkirakan Ekonomi Batam 2021 Tumbuh 5,4 Persen

  • Whatsapp
Kepala Perwakilan BI Kepri, Musni Hardi K Atmaja (Dok BI Kepri)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BATAM – Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 2021 mancapai 4,4 persen hingga 5,4 persen.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Musni Hardi K Atmaja di Batam, Rabu, menyebutkan proses perbaikan perekonomian Batam dan Kepri akan berlanjut pada 2021, seiring membaiknya perekonomian global dan domestik yang terjadi pada triwulan III 2020.

Baca Juga

BACA JUGA : KPU Batam Ingatkan Batas Maksimum Dana Kampanye Rp12 Miliar – Nusadaily.com

Perkembangan positif dalam penemuan vaksin COVID-19 juga dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat.

BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau meningkat mencapai 3,9 persen hingga 4,9 persen.

“Sejalan perbaikan di tingkat global dan domestik, ekonomi Kepri mengalami pemulihan dan telah melewati titik terendahnya,” katanya.

Ia mengatakan ekonomi Kepri berpotensi tumbuh tinggi dan inklusif dengan mengoptimalkan keunggulan komparatif.

Dalam kesempatan itu, ia menjabarkan SWOT Kepri.

BACA JUGA : Batam Target 2 Juta Wisman, Beri Layanan Istimewa untuk Turis – Noktahmerah.com

Kekuatan (strengths) yang dimiliki Kepri yaitu memiliki wilayah Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas yang menjadi daya tarik penanam modal, serta memiliki akses pada pasar global yang lebih luas karena berada di jalur perdagangan dunia.

Lalu kelemahan (weaknesses) Kepri yaitu kapasitas produksi pangan lokal yang masih terbatas, “interlinkage” antar sektor dan wilayah yang masih rendah, serta nilai tambah yang diperoleh daerah juga masih rendah.

BACA JUGA : Destinasi Wisata Batam Terapkan Prokes Saat Libur Panjang – Imperiumdaily.com

Meski begitu, BI menilai Kepri memiliki peluang (opportunities) di bidang maritim yang besar mengingat 96 persen wilayah Kepri adalah lautan.

Kemudian, Kepri juga memiliki peluang sebagai daerah tujuan wisatawan dan memiliki kualitas SDM yang baik, merujuk pada IPM Kepri tertinggi ke-4 secara nasional.

Lalu ancaman (threats) bagi Kepri yang perlu diwaspadai adalah importasi bahan baku pada sektor industri yang tinggi, ketergantungan pasokan pangan pada daerah lain dan Kepri menjadi sasaran impor barang konsumsi dari negara lain.(lal)