Bencana Dibalik Euforia Pelantikan Gubernur Kepri

  • Whatsapp
doc. Gubernur Kepri Isdianto saat disumpah dalam pelantikannya sebagai wakil gubernur oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada 2018 silam. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TANJUNGPINANG – Adalah Isdianto, awalnya diragukan banyak pihak, memiliki kemampuan menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri). Namun akhirnya justru berhasil dilantik sebagai Gubernur menggantikan Nurdin Basirun, yang dipecat lantaran terbukti melakukan korupsi.

Sehari sebelumnya, puluhan pejabat Pemprov Kepri dan tokoh masyarakat, pendukung Isdianto yang berkeinginan mencalonkan diri pada Pilkada Kepri 2020, berangkat ke Jakarta. Mereka ingin menjadi bagian dari kebahagiaan Isdianto dan keluarga, yang dilantik di Istana Negara tepat pukul 14.00 WIB.

Baca Juga

Isdianto dan keluarganya, termasuk pejabat di lingkungan Pemprov Kepri diperiksa secara ketat sebelum masuk ke Istana Negara. Bahkan beberapa jam sebelum acara pelantikan, tim kesehatan di Istana Negara mengambil sampel lendir dari tubuh mereka untuk memastikan tidak tertular COVID-19.

Di dalam Istana Negara, ada pemandangan yang tidak lazim terlihat. Acara pelantikan itu tidak dihadiri oleh Rosmeri, istri dari Isdianto. Spekulasi pun muncul terkait persoalan itu, bahkan dikaitkan dengan COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana akhirnya buka suara. Ia menegaskan Rosmeri tidak tertular COVID-19, melainkan kakinya terkilir sehingga tidak dapat mengikuti acara tersebut.

Rosmeri pun belum pernah diambil swab sehingga isu yang tersebar bahwa dirinya terpapar COVID-19, tidak benar.

Tjetjep juga membantah dua informasi lainnya bahwa Rosmeri menulari COVID-19 kepada suaminya, dan Isdianto termasuk lima staf protokol tertular COVID-19 dari Istana Negara.

“Bahkan Bu Rosmeri tidak dapat pulang ke Tanjungpinang karena kakinya terkilir,” katanya, yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri.

Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah menegaskan kasus COVID-19 yang baru di lingkungan Pemprov Kepri bukan berasal dari acara pelantikan Isdianto sebagai gubernur, melainkan dari berbagai kegiatan di Kota Tanjungpinang sejak Selasa-Kamis pekan ini.

Arif dan puluhan pejabat Pemprov Kepri pun ikut menjalani tes swab setelah mengetahui Pu, ajudan Gubernur Kepri positif tertular COVID-19.

“Hasil saya negatif. Malam Jumat saya mendapatkan informasi itu. Alhamdulillah,” ucapnya.

Acara Penyambutan

Selasa, 28 Juli 2020 siang, ratusan orang berada di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang menyambut kedatangan sang gubernur. Isdianto yang didampingi para ajudan, keluarga dan kepala dinas disambut riang gembira.

Mereka tidak hanya bersalaman, melainkan berpelukan dan cium pipi kiri dan kanan, seperti melupakan bahwa Kepri, khususnya Tanjungpinang belum terbebas dari COVID-19. Serangkaian kegiatan dilaksanakan pada hari itu, termasuk doa selamat dan tepung tawar.

Acara tepuk tepung tawar pelantikan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (28/7/2020).(istimewa)

Selanjutnya, Isdianto melanjutkan kegiatan seremonialnya di rumah kediaman istri dari almarhum HM Sani, abang kandungnya yang berhasil memenangkan Pilkada Kepri tahun 2010 dan tahun 2015.

Ia bersama ratusan orang dari berbagai kalangan pun sempat memanjatkan doa di makam HM Sani di Makam Pahlawan Tanjungpinang.

Post Terkait

banner 468x60