Batam Mengembangkan Destinasi Pariwisata di Pulau Belakangpadang

  • Whatsapp
Pulau Belakangpadang
Pulau Belakangpadang. (ANTARA/ Naim)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BATAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam Kepulauan Riau (Kepri) mengembangkan pariwisata di pulau penyangga Belakangpadang sebagai destinasi andalan terbaru kota kepulauan itu.

“Wisata hidup, maka ekonomi masyarakat juga akan hidup. Belakangpadang dijadikan destinasi andalan yang baru,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam keterangan tertulis, Selasa.

Baca Juga

BACA JUGA : Travel Bubble dengan Singapura Diutamakan untuk Batam-BintanNusadaily.com

Menurut dia, Pulau Belakangpadang yang berjarak sekitar 15 menit menggunakan kapal kayu dari Pulau Batam itu memiliki potensi pariwisata yang bagus. Meski dekat dengan kota, namun warga pulau dengan julukan Penawar Rindu itu masih lekat dengan akar tradisi dan Budaya Melayu. Pemandangan pulau itu juga elok.

Untuk mengembangkan pariwisata di Pulau Belakangpadang, Pemkot Batam berencana meningkatkan moda transportasi laut, membangun infrastruktur lingkar pulau, dan meningkatkan estetika wilayah.

“Tahun ini, kami akan lebarkan jalan dan ditata lebih bagus,” kata dia.

BACA JUGA : Kota Batam Siapkan 115 Fasilitas Kesehatan untuk Laksanakan VaksinasiNoktahmerah.com

Pemerintah juga menyiapkan kapal semi-roro untuk memperkuat transportasi dari pulau utama. Pihaknya akan menggandeng penambang kapal kayu pompong untuk mengelola alat transportasi baru itu.

“Intinya saya ingin Belakangpadang berkembang dan masyarakatnya merasakan manfaatnya. Kami akan sekuat tenaga berbuat yang terbaik untuk mewujudkannya, tentu kami butuh dukungan dari masyarakat juga,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyatakan Pulau Belakangpadang cocok untuk dijadikan destinasi wisata unggulan kota setempat.

BACA JUGA : Menparekraf Menilai Protokol Kesehatan Bandara Batam baikImperiumdaily.com

Rencana Aksesbilitas, Amenitas, dan Atraksi

Ia menegaskan untuk menjadi destinasi wisata, maka pemerintah harus memastikan 3A yaitu Aksesbilitas, Amenitas, dan Atraksi.

Rencana pengadaan kapal semi-roro merupakan upaya menambah aksesibilitas ke kota yang menghadap ke Singapura itu.

“Sedangkan komponen lain pariwisata yakni amenitas, terkait ini kami aktifkan home stay,” kata dia.

Kemudian untuk atraksi, menurut dia, Pulau Belakangpadang sudah memilikinya, antara lain permainan gasing, tari-tarian dan juga balap Sea Eagle Boat.

“Kulinernya juga luar biasa. Ada cendol, putu piring, prata, teha tarik dan makanan lainnya,” kata dia.(lal)