Basarnas Mataram Hentikan Pencarian Empat Korban Kecelakaan Kapal

  • Whatsapp
Tim Basarnas Mataram mengevakuasi tujuh nelayan yang selamat dari kecelakaan kapal di laut selatan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO Basarnas)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MATARAM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram di Nusa Tenggara Barat menghentikan pencarian empat nelayan korban kecelakaan KM Kerinci Indah 02 GT 26 di perairan selatan Pulau Lombok.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram Nanang Sigit PH di Mataram, Selasa, mengatakan proses pencarian dihentikan setelah upaya pencarian selama tujuh hari sesuai standar operasional prosedur Kantor Pencarian dan Pertolongan.

BACA JUGA: Tak Kantongi Izin dan Timbulkan Kerumunan, Turnamen Game Online di Sulbar Dibubarkan

“Kami sudah melakukan pencarian sejak hari pertama kejadian Selasa, 11 November 2020. Penutupan kegiatan operasi SAR dihentikan pada Senin, 23 November 2020, pukul 18.00 Wita,” katanya, dilansir dari ANTARA.

Ia menjelaskan bahwa tim SAR gabungan yang meliputi anggota Basarnas Mataram, awak kapal KN Chundamani- P116, awak kapal MV Cape Kallia, serta nelayan sudah melakukan pencarian selama tujuh hari di area sekitar kecelakaan kapal.

Tim SAR juga melakukan pencarian di wilayah perairan Teluk Awang, Pantai Kuta Mandalika. Lalu, Pantai Selong Belanak di Kabupaten Lombok Tengah.

Selain menyisir perairan, kata Nanang, tim SAR juga menyusuri pinggir kawasan pesisir menggunakan mobil.

“Kami juga menyebar informasi kepada masyarakat sekitar dan para nelayan terkait kecelakaan laut tersebut. Jika ada warga yang menemukan korban agar melapor,” ujarnya.

BACA JUGA: Penyelenggara Pemilu Rawan Terjadi Politik Uang

Nanang mengatakan, Kantor Pencarian dan Pertolongan akan kembali melakukan operasi SAR jika ada tanda-tanda korban ditemukan atau ada permintaan dari keluarga korban.

KM Kerinci Indah 02 GT 26 yang mengangkut 11 nelayan dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan selatan Pulau Lombok pada Selasa, 17 November 2020 pagi.

Awak Kapal MV Cape Kallia yang saat itu berada di lokasi kejadian berupaya mengevakuasi para korban. Namun hanya berhasil mengevakuasi tujuh orang.

Empat nelayan lainnya dilaporkan hilang. Nelayan yang dilaporkan hilang berasal dari Yogyakarta, Padang, Medan, dan  Cirebon. (kal)

Post Terkait

banner 468x60