Banjarmasin Resmi Keluarkan Surat Edaran Tentang PPKM

  • Whatsapp
PPKM
Himbauan waspada COVID-19 di Banjarmasin.(Antaranews Kalsel/Dok Antara)

NUSADAILY.COM – BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara resmi mengeluarkan surat edaran tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam upaya pengendalian COVID-19 di kota tersebut pada  11-25 Januari 2021.

“Ya, hari ini (Senin, 11/1) Kota Banjarmasin resmi menerapkan PPKM,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi di Banjarmasin, Senin.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Alasan Belum Terima Surat Edaran, Kafe di Kepanjen Belum Tertib PPKM – Nusadaily.com

Ada tujuh poin dalam penerapan PPKM Kota Banjarmasin tersebut untuk menindaklanjuti Diktum kedelapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

Poin pertama, kepada semua masyarakat Kota Banjarmasin wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis dan mendukung semua program pemerintah dalam upaya pengendalian COVID-19 di Banjarmasin.

BACA JUGA: Diobrak Saat PPKM, Pedagang Angkringan Bingung Cari Pendapatan – Javasatu.com

Poin kedua, agar semua Satgas tingkat kelurahan mengoptimalkan kembali upaya pembatasan kegiatan di masyarakat yang berpotensi menyebarkan COVID-19 melalui edukasi secara langsung terhadap penerapan protokol kesehatan.

Poin ketiga, semua tempat hiburan malam, cafe dan restoran atau rumah makan untuk membatasi buka hanya sampai pukul 22.00 Wita.

Poin keempat, semua kegiatan mengumpulkan orang banyak wajib memiliki izin Satgas COVID-19 sebagai langkah pengendalian.

Poin kelima, setiap acara perkawinan yang dilaksanakan di tengah masyarakat (bukan di gedung) wajib melibatkan Satgas kelurahan sebagai pengawas pelaksanaan protokol kesehatan sampai acara selesai.

Poin keenam, semua ketentuan berlaku sejak 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

BACA JUGA: PPKM to Lower COVID-19 Cases By 20 Percent: Task Force – Imperiumdaily.com

Poin ketujuh, tidak mematuhi surat edaran ini, adalah pelanggaran atas upaya karantina kesehatan dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 68 tahun 2020, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan berlaku.

“Kami harapkan masyarakat mematuhi semua ketentuan ini. Karena semua harus kompak demi keselamatan bersama, sebab daerah kita belum aman dari penularan,” ujar Machli Riyadi.(eky)