Balitbangtan Serius Kembangkan Tepung Porang Jadi Glukomanan

  • Whatsapp
tepung umbi porang
Umbi porang (Antara/Balitbangtan Kementerian Pertanian)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyeriusi penelitian dan pengembangan pengolahan tepung porang dan glukomanan serta alternatif olahannya.

Lembaga dari Indonesia itu adalah Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). BB Pascapanen Balitbangtan menggandeng PT Niaga Indotama untuk kerjasama penelitian dan pengembangan itu.

Baca Juga

Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Kepala BB Pascapanen, Prayudi Syamsuri dan Direktur PT. Niaga Indotama, Saut Maruji. Kerjasama dilakukan melalui video conference disaksikan oleh Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry.

Kabalitbangtan Fadjry Djufry melalui keterangan tertulis, Selasa 19 Mei 2020 mengatakan, pertanaman porang dan sejenisnya sudah mulai banyak dikembangkan di tanah air. Ironisnya, Indonesia masih banyak mengimpor tepung glukomanan dari luar untuk memenuhi kebutuhan bahan tambahan pangan dan bahan baku farmasi.

Optimasi teknologi pengolahan tepung porang, glukomanan dan alternatif teknologi implementasi produk olahannya masih sedang berlangsung.

Penelitian dikoordinir oleh Heny Herawati dengan anggota tim diantaranya yaitu Edy Mulyono, Elmi Kamsiati, dan Agus Budiyanto, dengan Direktur PT Niaga Indotama.

Ruang lingkup kerjasama ini meliputi optimasi teknologi produksi glukomanan dari umbi porang dan sejenisnya.

Kerjasama tersebut meliputi tiga hal. Yakni optimasi pemurnian glukomanan dari umbi porang. Lalu melakukan ujicoba produksi dan karakterisasi glukomanan dengan kemurnian sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Termasuk melakukan uji coba produk untuk kebutuhan aplikasi pada produk akhir (produk makanan atau minuman).

Penelitian awal memghasilkan kualitas tepung porang hasil teknologi Balai Besar Litbang Pascapanen. Tepung memiliki karakteristik kadar air berkisar antara 4-5 persen. Sedangkan tepung iles-iles memiliki kadar air berkisar antara 3-5 persen.

Tepung porang memiliki viskositas 8652 cp dibandingkan produk glukomanan impor yang memiliki viskositas 5224 cp. Tepung iles-iles memiliki whiteness index yang lebih tinggi dibandingkan dengan tepung porang yang telah dihasilkan. Standar mutu produk ekspor menjadi orientasi pengembangan kerjasama penelitian dan pengembangan ini.

Untuk Tekan Impor Glukomanan

Kepala BB Pascapanen Prayudi Syamsuri sangat mendukung kerjasama untuk pengembangan produk pangan lokal. Terutama yang memiliki prospek untuk menekan tingkat kebutuhan impor. Serta sekaligus untuk mendukung peluang pengembangan ekspor glukomanan.

“Nilai tambah umbi porang dan iles-iles selayaknya ditingkatkan nilai komersialnya melalui teknologi pascapanen yang tepat. Serta segera dapat diimplementasikan di tingkat lapangan untuk dapat memberikan nilai tambah ekonomi di tingkat petani dan pengusaha pelaku produk pangan lokal,”ujarnya. (yos)