Angkutan Udara dan Ikan Gabus Pemicu Tertinggi Inflasi di Kota Banjarmasin

  • Whatsapp
ikan gabus inflasi
Ikan gabus (Foto: steemit)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-BANJARBARU – Angkutan udara memberikan andil tertinggi pemicu inflasi di Kota Banjarmasin. Di peringkat kedua, ada komoditas ikan Gabus yang menjadi penyumbang tertinggi inflasi pada Desember 2019.

“Angkutan udara menyumbang andil tertinggi inflasi di Banjarmasin yang menjadi patokan laju inflasi di Kalsel dengan inflasi Desember sebesar 0,54 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Diah Utami di Banjarbaru, Kamis (2/1).

"
"

Baca Juga

"
"

Ia mengatakan bahwa inflasi di Provinsi Kalsel yang merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung pada bulan April 2019 sebesar 0,54 persen dengan indeks harga konsumen 140.15.

Inflasi di Banjarmasin pada bulan Desember sebesar 0,57 persen dengan laju inflasi per tahun 4,15 persen. Sedangkan di Kota Tanjung inflasi mencapai 0,05 persen dengan laju inflasi YoY 2,15 persen.

“Laju inflasi di Kota Banjarmasin pada bulan Desember 2018 terhadap Desember 2019 sebesar 4,15 persen, sedangkan di Kota Tanjung pada bulan Desember terhadap Desember 2019 sebesar 0,05 persen,” ujarnya.

Menurut dia, inflasi di Banjarmasin terjadi karena kenaikan indeks harga kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,10 persen dan kelompok makanan jadi 0,23 persen.

Kelompok lainnya yang mengalami kenaikan, yakni kesehatan naik 0,07 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami kenaikan 2,30 persen.

Tiga kelompok lainnya mengalami penurunan, kelompok perumahan, air, listrik turun 0,29 persen, kelompok sandang sebesar 0,03 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,14 persen.

Ia menyebutkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin selain angkutan udara dan ikan gabus, adalah telur ayam ras, ikan bakar, dan ikan Nila.

Sementara itu, inflasi di Kota Tanjung terjadi karena kenaikan indeks harga kelompok makanan jadi, minuman, dan rokok sebesar 0,03 persen, dan kelompok perumahan, air, dan bahan bakar 0,25 persen.

Kelompok sandang 0,13 persen, kelompok kesehatan 0,32 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen, dan kelompok transpor sebesar 0,21 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi selama Desember antara lain ikan nila, telur ayam ras, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, dan ikan mas.

“Komoditas mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi, antara lain daging ayam ras, kacang panjang, beras, cabai merah, dan ketimun,” katanya. (ant/yos)

Post Terkait

banner 468x60