Aktivitas Bandara Syamsuddin Noor Meningkat di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Aktivitas di Bandara Syamsuddin Noor.
banner 468x60

NUSADAILY.COM -BANJARBARU – Ancaman Covid-19 belum juga mereda. Namun, operasional penumpang bandara di wilayah Banjarmasin Kalimantan Selatan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal itu di buktikan dengan scedul penerbangan dari sejumlah maskapai dari Bandara Syamsudin Noor maupun dari luar Kalimantan Selatan mengalami penambahan jadwal penerbangan.


Hal tersebut dibenarkan oleh D. Ario Anianto Station & Service Manager PT Garuda Indonesia Area Banjarmasin saat di wawancara jurnalis Nusadaily.com pada Selasa (30/06/20) via telepon. Menurut dia Jumlah kapasitas pesawat disesuaikan dengan peraturan kementerian perhubungan yang menerapkan physical distancing.

Baca Juga


“Memang jadwal pesawat sudah mulai padat. Namun penerapan physical distancing dalam upaya pencegahan penularan covid 19 mengharuskan adanya pembatasan jumlah penumpang di dalam pesawat. Sudah pasti ada penurunan penyesuaian kapasitas,’’ katanya.


Ario menjelaskan jika saat ini maskapai berlambang burung Garuda tersebut untuk Syamsuddin Noor mobilitas pesawat Garuda mencapai lima jadwal penerbangan. 4 Flight BDJ-CGK-BDJ (Banjarmasin-Cengkareng) sedangkan 1 Flight BDJ-BPN-BDJ (Banjarmasin-Balikpapan). Jumlah tersebut relatif meningkat dari sebelumnya. Dengan catatan para penumpang pun harus melakukan rapid test dan protokol covid sebelum naik pesawat.


Saat di wawancara awak Nusadaily.com Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menyampikan hal senada. Untuk jadwal dan kapasitas penerbangan disesuaikan dengan permintaan pasar dari dan ke menuju Banjarmasin melalui Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor. Namun tetap menyesuaikan kebijakan kementerian perhubungan dalam pelayanan penumpang pesawat.

Maskapai Berkomitmen Maksimalkan Pencegahan


“Lion Air berkomitmen memaksimalkan upaya tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 lebih lanjut. Antara lain mengatur proses masuk dan keluar penumpang dari pesawat udara secara berurutan guna meminimalkan kepadatan. Pada pesawat ATR, naik dan turun dari pintu bagian belakang. Hal ini akan meminimalisir interaksi bertatapan langsung (face to-face) antara penumpang,’’ terang dia.


Danang juga menjelaskan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pada penumpang, awak pesawat, teknisi. Kemudian petugas layanan darat (ground handling) serta karyawan lainnya yang terkait, dalam pelaksanaan operasional penerbangan yang memenuhi unsur-unsur tidak menyebabkan penyebaran penyakit menular. Termasuk Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini di lakukan mengingat semakin meningkatnya jadwal penerbangan domestik maskapai berkepala singa tersebut di seluruh indonesia. (dyn/aka)

Post Terkait

banner 468x60