Ada Bakar Ban di Hari Buruh Makassar

  • Whatsapp
Aksi bakar ban dalam demo buruh di Kota Makassar. (CNN Indonesia/Ilham)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAKASSAR – Aksi unjuk rasa Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, oleh sejumlah organisasi buruh dan mahasiswa dengan menyuarakan tuntutan mencabut Undang-undang Cipta Kerja hingga pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sambil membakar ban bekas, Sabtu (1/5).

Aksi unjuk rasa ini terjadi di beberapa tempat seperti di perempatan Jalan AP Pettarani -Jalan Urip Sumohardjo, batas kota Makassar – Kabupaten Gowa, sehingga pihak kepolisian pun telah melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan menutup sekitar lokasi demonstrasi.

Baca Juga

BACA JUGA : Pengusaha Harap Hari Buruh Diisi Kegiatan Tingkatkan Kapasitas Pekerja – Nusadaily.com

Dengan menggunakan alat pengeras suara dan kendaraan bak terbuka para buruh dan mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi. Aksi unjuk rasa dimulai pukul 10.00 wita hingga pukul 14.00 wita. Hingga kini aksi masih berlangsung dan diperkirakan pada sore nanti beberapa kelompok buruh lainnya akan melakukan aksi yang sama.

Buruh yang tergabung Aliansi Perjuangan Rakyat (ALPAR) menuntut pemerintah untuk mencabut Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Cabut UU Cipta Kerja dan PP turunannya pasal 34, 45,36, 37. Sahkan UU Masyarakat adat. Tangkap dan adili pelaku eksploitasi UUD 1945 pasal 33 ayat 3 dan stop impor beras,” tegas jendral lapangan aksi, Taufiq.

BACA JUGA : Demo Hari Buruh Hari ini, Dipusatkan di Istana dan Gedung MK – Noktahmerah.com

Sementara, dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menuntut hentikan pemutusan kerja secara sepihak terhadap para pekerja atau buruh dengan alasan masa pandemi.

“Stop PHK sepihak pada pekerja atau buruh di masa pandemi. Bayarkan THR penuh pada pekerja atau buruh sesuai edaran Menaker RI,” kata koordinator lapangan aksi, Abdul Muis.

Menyiagakan Personel Dibeberapa Tempat

Sedangkan, pihak keamanan dari Polrestabes Makassar telah menyiagakan ribuan personelnya dibeberapa tempat yang akan dijadikan sebagai lokasi peringatan Hari Buruh Internasional.

BACA JUGA : Demo Hari Buruh Hari ini, Dipusatkan di Istana dan Gedung MK – Beritaloka.com

“Jumlahnya kita kerahkan untuk Polrestabes Makassar saja itu ada sekitar 1500 personel kita siagakan. Belum lagi dari tambahan dari Polda Sulsel,” kata Kepala Bagian Operasi Polrestabes Makassar, Kompol Nugraha Pamungkas kepada CNNIndonesia.com

Hingga kondisi di lokasi peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati para buruh dan mahasiswa Makassar masih berjalan kondusif.

Sementara itu buruh di Kota Semarang, Jawa Tengah memilih untuk tak turun ke Jalan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini.

Berlokasi di Hall Balai Kota Semarang, buruh menggelar pertemuan Wali Kota Semarang Hendrar Prihardi dan perwakilan dari Polda Jawa Tengah.

Dua permintaan buruh di Semarang yakni pembayaran THR penuh tanpa cicilan dan pembentukan desk ketenagkerjaan di Polda Jateng.
Hendrar menyatakan kesanggupannya memenuhi tuntutan buruh. 

“Kami respon langsung. Besok saya akan bikin surat resmi saya tanda tangani agar pengusaha mencairkan THR kepada buruhnya. Besarnya satu kali gaji dan tidak dicicil,” kata Hendrar.

Pembentukan Desk Ketenagakerjaan

Kepolisian juga menyanggupi untuk membentuk desk ketenagakerjaan di Polda Jateng. Selain itu Polda juga bersedia memfasilitasi buruh untuk mendapatkan vaksinasi covid-19. 

Koordinator Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Nanang Setyono menyatakan kesanggupan pemda dan kepolisian ini jadi kado bagi buruh di May Day in, 

“Alhamdulilah, semuanya dikabulkan, tak terkecuali tuntutan THR dari kami,” ujar Nanang.

Di beberapa daerah di Jawa Tengah, peringatan May Day juga berlangsung kondusif dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Para buruh pun sepakat untuk tidak menjadikan May Day sebagai ajang pengerahan massa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengimbau buruh untuk tidak turun ke jalan karena bisa berpotensi membentuk kerumunan yang bisa jadi penyebaran covid-19. Ganjar mengajak buruh untuk menggelar pertemuan online untuk berdiskusi.(han)