79 Siswa Baru SD Inpres Labat Jalani Imunisasi

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUPANG – Sebanyak 79 orang siswa-siswi SD Inpres Labat Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja angkatan 2020/2021 menjalani imunisasi sebelum mengikuti proses pembelajaran di tahun ajaran baru pada Senin, 10 Agustus 2020. Selain imunisasi dilakukan pemeriksaan gigi dan pembagian obat cacing bagi para siswa.

Kepala SD Inpres Labat Marselina Selan kepada Nusadaily.com mengatakan, kegiatan imunisasi merupakan agenda rutin setiap tahun ajaran baru. “Dilaksanakan setiap tahun untuk siswa kelas 1 yang baru masuk dan proses imunisasi dilakukan pada bulan Agustus,” jelasnya, Kamis 13 Agustus 2020.

Ditambahkannya, pemberian imunisasi kepada siswa di tahun ajaran baru tersebut berkoordinasi dengan puskesmas. Sebab, untuk pelaksanaan kegiatan ditangani langsung oleh tenaga kesehatan.

“Kebiasan setiap tahun kita koordinasi dengan puskesmas untuk memberikan imunisasi kepada siswa yang baru masuk,” tuturnya.

Selain imunisasi, tambah dia, dilakukan pemeriksaan gigi dan pembagian obat cacing. Lebih lanjut diuraikannya, kegiatan tersebut dikenal dengan istilah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias).

Tujuan imunisasi, kata dia, untuk mencegah penyakit menular serta memberikan pertahanan dan perlindungan terhadap kekebalan tubuh siswa-siswi yang baru masuk SD.

Jumlah siswa baru tahun angkatan 2020/2021 sebanyak 79 siswa, terdiri dari 3 rombongan belajar (Rombel). “Kelas 1a sebanyak 27 orang siswa, kelas1b sebanyak 26 orang siswa dan kelas 1c jumlah siswa 26 orang,” urainya.

Dia mengatakan, pelaksanaan imunisasi dilaksanakan dari pihak puskesmas Bakunase dipimpin langsung Kepala Puskesmas drg Dian dan empat orang perawat dibantu seorang staf lainnya dari Puskesmas Bakunase.

Wali Siswa Beri Apresiasi

Salah satu Orang tua siswa Yati Nenotek menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah melakukan kegiatan tersebut di awal tahun ajaran baru. “Sebagai orang tua siswa, kami berterimakasih atas kegiatan di awal masuk sekolah dan hal itu baik,” ungkapnya.

Dia mengatakan meski anaknya sempat rewel tapi bisa berjalan dengan baik proses imunisasi. “Pas imunisasi menangis dan berteriak lapor polisi, tapi dilakukan sampai selesai,” tuturnya pada induk media Imperiumdaily ini.

“Luar biasa pihak sekolah melakukan kerja sama dengan pihak kesehatan dan melakukan kegiatan sebelum anak-anak mengikuti proses pembelajaran di tahun ajaran baru dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” tuturnya. (soy/top)