28 Wartawan Berbagai Media Lakukan Rapid Antigen di Mapolda Papua

  • Whatsapp
Rapid
Wartawan yang meliput di Polda Papua menjalani pemeriksaan rapid antigen terkait COVID-19 di Jayapura. (ANTARA/HO/pihak ketiga)

NUSADAILY.COM – JAYAPURA – Sebanyak 28 wartawan dari berbagai media yang sehari-hari meliput kegiatan di Mapolda Papua, Rabu mengikuti pemeriksaan rapid antigen guna memutus penyebaran COVID-19.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada Antara, di Jayapura, Rabu mengatakan, pemeriksaan terhadap wartawan penting dilakukan karena mereka tetap melakukan tugas peliputan dan bertemu dengan banyak orang sehingga dengan dilakukannya pemeriksaan tersebut dapat diketahui apakah terpapar atau tidak.

BACA JUGA: Gelar Rapid Antigen, Pedagang Pasar Semampir Probolinggo Banyak yang Memilih Tutup – Nusadaily.com

“Jangan anggap remeh COVID-19, karena itu saat beraktifitas selalu mematuhi protokol kesehatan yakni pakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan,” katanya. 

Ia meminta agar wartawan dan seluruh warga tetap patuhi protokol dan jaga kesehatan serta mengkonsumsi vitamin.

BACA JUGA: Masuk Kota Batu, Wisatawan Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Non Reaktif – Javasatu.com

“Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19,” harap Kapolda Papua Irjen Pol Waterpauw. 

Fredy Nobaba, wartawan Inews TV Jayapura mengaku baru pertama kali melakukan pemeriksaan terkait COVID-19 dan merasa lega karena hasilnya negatif. 

“Awalnya saya sempat ketakutan sehingga ragu-ragu saat hendak mengikuti pemeriksaan rapid antigen yang dilakukan Polda Papua. Namun dengan dukungan rekan-rekan wartawan akhirnya memberanikan diri dan puji Tuhan, kami semua negatif,” kata Fredy.

BACA JUGA: Pemkab Tulungagung Siapkan Rapid Antigen untuk ASN – Imperiumdaily.com

Hal senada juga diungkapkan Elfira Hanafi, wartawan SKH Cenderawasih Pos yang mengaku baru pertama kali diperiksa dengan menggunakan metode antigen yang dilakukan dengan mengambil cairan dari hidung. 

“Saya sempat kesakitan saat diambil cairan dari hidung. Dan baru pertama kali karena sebelumnya hanya melakukan pemeriksaan melalui rapid test,” aku Elfira.(eky)