Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNusantaraSatgas Ingatkan Puskesmas di Kepri Tingkatkan Kapasitas "Tracing"

Satgas Ingatkan Puskesmas di Kepri Tingkatkan Kapasitas “Tracing”

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TANJUNGPINANG – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan seluruh petugas kesehatan di puskesmas di wilayah itu harus meningkatkan kapasitas “tracing” agar penanganan COVID-19 terlaksana secara maksimal.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, “tracing dan testing” di kabupaten dan kota masih menyisakan permasalahan berdasarkan laporan harian tentang hasil asesmen terhadap kapasitas respon (tracing, testing dan treatment), meski kasus aktif drastis berkurang.

BACA JUGA: Enak-Enak Makan di Warung, Motor CB Digondol Maling

Penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 atau “tracing” merupakan tindakan yang wajib dilakukan sebelum dilakukan tes antigen atau PCR. Dari laporan harian hasil asesmen tersebut ditemukan tindakan penelusuran yang rendah, bahkan nol persen di Natuna, Anambas dan Lingga, namun petugas kesehatan melakukan tes antigen yang cukup memadai.

Data “tracing dan testing” yang kontradiktif menimbulkan keragu-raguan Satgas Penanganan COVID-19 terhadap kasus aktif di Kepri.

BACA JUGA: Irjen Napoleon Lumuri Wajah dan Tubuh M Kece Pakai Kotoran Manusia

Contohnya, Kabupaten Kepulauan Anambas, Natuna dan Kabupaten Lingga, 0 persen melakukan “tracing”, namun “testing” di Anambas mencapai 3,24 persen, Lingga 2,80 persen dan Natuna 3,52 persen.

Angka “testing” yang dinilai memadai tidak sejalan dengan “tracing” sehingga pusat meragukannya. Padahal tes PCR atau antigen seharusnya dilakukan berdasarkan hasil penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19. 0 persen menunjukkan petugas kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit tidak melakukan “tracing”.

BACA JUGA: Begini Pengakuan Seorang Model, Sering Ditawari Jadi PSK

“Seharusnya petugas kesehatan melakukan ‘tracing’ sebelum ‘testing’. Dan melaporkannya kepada pihak rumah sakit atau Dinas Kesehatan setempat melalui sistem,” ujar Tjetjep, yang juga mantan Kadis Kesehatan Kepri.

Menurut dia, kemungkinan tidak semua petugas kesehatan di puskesmas yang tidak melaksanakan “tracing”. Mungkin ada petugas kesehatan yang melakukan “tracing” namun tidak dilaporkan melalui aplikasi “SILACAK”. Sehingga tidak masuk dalam laporan harian penanganan COVID-19.

BACA JUGA: Penting bagi Muslim! Kenali 8 Istilah Makanan Olahan Babi

Petugas kesehatan itu mungkin lupa, malas atau memang sengaja mengabaikan laporan tersebut karena menganggap tidak penting.

“Atau mungkin mereka lupa karena sibuk, dan lain sebagainya. Namun yang jelas, akibat tidak dilakukan ‘tracing’ tersebut, PPKM di Kepri tidak turun dari Level III menjadi Level II,” ucapnya.

Ia mengemukakan permasalahan tersebut juga membuat hasil kerja tim lainnya dalam penanganan COVID-19 dalam menurunkan level PPKM. Mencegah penularan COVID-19, dan vaksinasi menjadi tidak berdampak terhadap level PPKM.

BACA JUGA: Potret Pernikahan Siri Lesti dan Billar yang Diisukan Hamil Duluan

“Tidak hanya petugas kesehatan, ada banyak orang di institusi lainnya yang bekerja keras setiap hari untuk meningkatkan imun tubuh warga melalui vaksinasi, sosialisasi penerapan protokol kesehatan dan lainnya. Dan berharap level PPKM turun seiring dengan penurunan jumlah pasien COVID-19,” katanya.

Jumlah kasus kasus aktif COVID-19 di Kepri berdasarkan data 21 September 2021 memcapai 368 orang, tersebar Batam 67 orang, Tanjungpinang 101 orang. Bintan 77 orang, Karimun 54 orang, Anambas 9 orang, Lingga 12 orang, dan Natuna 48 orang.(eky)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR