Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNusantaraPengerukkan Drainase Sakti Lubis Amburadul

Pengerukkan Drainase Sakti Lubis Amburadul

Instruksi Wali Jota Dijalankan Asal Asalan oleh Dinas PU

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – MEDAN – Pengerjaan pengerukan parit (drainase) di Jalan Sakti Lubis Gang Bengkel Lingkungan I Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota terkesan amburadul.

Pantauan Nusadaily.com, Sabtu (4/12/2021),  tanah lumpur yang busuk hasil pengerukkan dibuang begitu saja ke badan jalan.

Akibatnya, badan jalan nyaris tertutup limbah parit. Para pengendara mobil dan motor harus ekstra hati hati agar tidak tergelincir dan masuk ke dalam parit.

” Macam gak ikhlas kerjanya. Coba lihat limbah parit yang bau busuk seenaknya saja mereka kumpul di jalan. Dasar gak punya otak,” ucap Nano, salah seorang warga setempat.

Nano yang mengaku mewakili puluhan kepala keluarga (KK) warga Gang Bengkel berharap pihak Dinas PU kota Medan yang melakukan pekerjaan pengorekan parit segera mengangkut limbah.busuk tersebut.

” Kami sangat berterima kasih kepada bapak Walikota yang sudah memerintahkan Dinas PU kota Medan melakukan pengerukkan parit. Tapi kami juga menyesalkan cara kerja Dinas PU kota Medan yang amburadul,” pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota Medan Bobby Nasution harus bergerak cepat mengatasi persoalan banjir yang menerjang Kota Medan.

Dan terkait itu, Bobby memberi perintah khusus kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (PU), untuk mengerahkan personelnya membersihkan sedimentasi drainase di wilayah masing-masing.

Dilansir dari berbagai sumber, Sabtu 4 Desember 2021, total panjang saluran drainase yang harus dibersihkan adalah 6.825 meter per hari. Belum ada penjelasan detail di dalam laman resmi Pemkot Medan bagaimana cara personel Dinas PU mengukur setiap pekerjaannya ini.

Bobby Nasution sudah Beri Instruksi


Tapi instruksi ini disampaikan Bobby Nasution sebelum menutup Rapat Lanjutan Evaluasi Penanganan Banjir, Kamis 2 Nopember 2021 kemarin, di Gedung PKK Medan. Diketahui, Dinas PU Medan memiliki V UPT. Kelimanya adalah UPT Medan Barat, Medan Kota, Medan Selatan, Medan Timur dan Medan Utara.


“Plt Kadis PU diatur pembagiannya dan dikawal seluruh UPT agar pembersihan drainase sepanjang 6.825 meter per hari ini berjalan dengan lancar,” tegas Bobby Nasution.
Bobby juga meminta personel kelima UPT Dinas PU itu juga harus memperbaiki drainase yang rusak. Bahkan trotoar yang ada di depan Masjid Raya kondisinya memprihatinkan.

“Yang di pinggir-pinggir jalan itu banyak yang jeblos, bahkan di pusat kota banyak yang tidak diperhatikan. Contohnya di depan Masjid Raya trotoarnya sudah amblas. Drainasenya terbuka, kita tidak tahu apakah ada orang jatuh, drainasenya kering sekali. Dalam beberapa hari ke belakang tidak pernah ada genangan air di sana. Berarti air tidak bisa sampai drainase ini perlu Yang seperti ini ditangani segera,” sebut Bobby Nasution.


Menantu Presiden Jokowi ini juga mengingatkan camat agar tetap menugaskan dan mengawal Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) untuk membantu melakukan pembersihan di saluran tersier. Dalam rapat itu, Bobby Nasution sempat terperangah. Pasalnya, para Kepala UPT tidak mengetahui panjang jalan dan saluran drainse di wilayahnya.


“Jadi apa yang ditangani UPT? Jangan-jangan Kepala UPT juga tidak tahu aliran air mau dibawa kemana. Bagaimana pula mau membuat perencanaan yang baik?” sindir Bobby Nasution.
Di awal rapat itu, konsul dan kelima Kepala UPT ini memaparkan rencana penanganan genangan air di wilayah masing-masing. Dari pemaparan itu, terungkap total titik genangan air di Medan sebanyak 1.324 titik. (mar/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed