Nunggak Sewa Kantor Twitter, Elon Musk Digugat!

Perusahaan properti Inggris, Crown Estate, menggugat Twitter karena belum membayar sewa kantornya di London. Gugatan ini dilayangkan di Pengadilan Tinggi London pada pekan lalu.

Nunggak Sewa Kantor Twitter, Elon Musk Digugat!
Elon Musk [Foto: CNN]

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Perusahaan properti Inggris, Crown Estate, menggugat Twitter karena belum membayar sewa kantornya di London. Gugatan ini dilayangkan di Pengadilan Tinggi London pada pekan lalu.

Dilansir dari CNN Business, Rabu (25/01/2023), Juru Bicara Crown Estate menyebut, perusahaan milik Elon Musk ini menunggak sewa ruang kantornya di 20 Air Street, London.

Kabar ini datang tidak lama berselang dari perusahaan real estate Shorenstein, yang juga melayangkan gugatan serupa pada awal Januari ini. Twitter melewatkan pembayaran sewa sebesar US$ 136.260 atau setara Rp 2,04 miliar (kurs Rp 15.000).

Adapun perusahaan ini mengeluhkan tunggakan biaya sewa kantor Twitter di gedung miliknya di 650 California Street, San Francisco.

Dua gugatan ini datang bertubi-tubi setelah Elon Musk mengakuisisi perusahaan media sosial ini pada Oktober 2022 lalu senilai US$ 44 miliar atau setara Rp 660 triliun.

Bahkan sempat ada laporan yang menyatakan, Musk telah berhenti membayar sewa ruang kantor Twitter secara global, termasuk kantor pusatnya.

Tidak hanya itu, ada kabar yang juga menyebut kalau Musk telah mengatakan kepada para karyawannya untuk tidak membayar vendor perusahaan, sebagai salah satu upaya untuk efisiensi biaya.

Sebagai tambahan informasi, kabar soal keluhan Shorenstein telah berembus pada akhir tahun lalu. Menurut sebuah laporan dari The New York Times, dilansir dari CNBC, Kamis (14/12/2022), pasca akuisisi yang menghabiskan dana besar tersebut, berbagai upaya pemangkasan biaya pun dilakukan.

Twitter belum membayar sewa untuk kantor pusat San Francisco dalam beberapa minggu, karena tim Musk mencoba untuk menegosiasikan kembali ketentuan sewa perusahaan. Akibat dari kejadian ini, Twitter menerima keluhan dari perusahaan real estat Shorenstein.

Musk sempat mengatakan, Twitter mengalami penurunan pendapatan besar-besaran pasca akuisisi perusahaan. Kendati demikian, Musk tidak menyebut angka maupun memberi bukti apapun. Dalam cuitannya, ia mengklaim penurunan pendapatan adalah hasil dari kelompok aktivis yang menekan pengiklan.(eky)