Warga Beirut Marah, Klaim Pemerintah Lalai

  • Whatsapp
beirut
Korban ledakan Beirut Lebanon sedang dievakuasi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BEIRUT – Banyak warga di Beirut, Lebanon, menyatakan kemarahan pada pemerintah atas apa yang mereka sebut sebagai kelalaian yang menyebabkan ledakan besar pada Selasa lalu (04/08).

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan peristiwa yang menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai lebih dari 5.000 lainnya itu akibat dari meledaknya 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di sebuah gudang selama enam tahun.

Baca Juga

Banyak dari masyarakat Lebanon menuduh kejadian itu akibat dari pihak berwenang melakukan korupsi, penelantaran dan salah urus. Pemerintah pun telah memberlakukan keadaan darurat selama dua minggu ke depan.

“Beirut menangis, Beirut menjerit, orang-orang histeris dan orang-orang lelah,” kata pembuat film Jude Chehab kepada BBC, dan meminta pihak yang bertanggung jawab untuk diadili.

Chadia Elmeouchi Noun, seorang warga Beirut yang saat ini dirawat di rumah sakit, mengatakan, “Saya tahu bahwa selama ini kita dipimpin oleh orang-orang yang tidak kompeten, pemerintah yang tidak kompeten […] Tetapi biar saya kasih tahu Anda – apa yang telah mereka lakukan sekarang benar-benar tindakan criminal,” katanya dilansir Nusadaily.com dari detik.com.

Sementara, pemerintah Lebanon menetapkan keadaan darurat di Beirut selama dua minggu di tengah meningkatnya korban dalam bencana yang disebut Presiden Michel Aoun sebagai malapetaka yang sulit digambarkan dengan kata-kata. (wan)

Post Terkait

banner 468x60