Senin, September 27, 2021
BerandaNewsWali Kota Batu Imbau Pemberi Kerja Hindari PHK di Masa Pelik

Wali Kota Batu Imbau Pemberi Kerja Hindari PHK di Masa Pelik

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Dunia usaha dirundung tekanan berat sepanjang PPKM darurat yang berlanjut dengan PPKM level 4 hingga 9 Agustus nanti. Penutupan sementara operasional destinasi wisata maupun pusat perbelanjaan Kota Batu mengakibatkan turbulensi pada sisi cashflow.

Selama satu bulan lebih pendapatan sektor non esensial itu kandas imbas larangan beroperasi di masa PPKM. Mereka hanya mengandalkan ‘amunisi’ yang tersisa untuk bertahan di saat dikurung restriksi mobilitas masyarakat. Kondisi ini menguji daya tahan perusahaan yang berpotensi memicu terjadinya PHK kepada pekerja.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meminta kepada para pekerja untuk memahami kondisi pelik saat ini. Sehingga beberapa dari mereka ada yang mengalami pemotongan upah bahkan dirumahkan sementara. Upaya ini dipahaminya sebagai strategi agar perusahaan bisa menghemat biaya.

Menurutnya, belum ada laporan PHK dari perusahaan manapun di Kota Batu. Hanya laporan terkait pekerja yang dirumahkan karena perusahaan sedang terpuruk akibat pandemi. “Sampai sekarang, PHK karyawan di tempat wisata dan hotel belum ada laporan. Yang ada dirumahkan, bukan di-PHK,” katanya dilansir Nusadaily.com.

Dewanti mengaku pernah berbicara kepada manajemen salah satu perusahaan agar tidak melakukan PHK sepanjang pandemi berlangsung. Pemkot Batu juga membuka layanan untuk menjembatani antara karyawan dan perusahaan untuk menghindari sekecil mungkin potensi PHK.

“Saya bicara pada manajemen salah satu perusahaan agar tidak memberi PHK. Saya berdoa agar tidak ada PHK. Kami akan menjembatani dari karyawan dan perusahaan agar bisa tidak PHK,” terangnya.

Dari data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu terdapat 1.104 pekerja yang dirumahkan. “Dari 1.104 pekerja itu, 683 orang diantaranya adalah warga Kota Batu. Sementara 421 orang sisanya merupakan warga luar Kota Batu,” ujar Kepala DPMPTSPTK Kota Batu, Muji Dwi Leksono.

Sebagian besar pekerja yang dirumahkan menggantungkan hidupnya di sektor industri pariwisata. Para pekerja yang dirumahkan masuk sasaran penerima bantuan sosial. Namun disebutkan, dari keseluruhan pekerja itu, tak semua lolos verifikasi untuk memperoleh bansos.

“Karena bansos menggunakan APBD Kota Batu, sehingga yang menerima bansos hanya warga Kota Batu. Dari 683 orang pekerja dari warga Kota Batu itu, yang telah lolos verivikasi dari Dinsos Kota Batu sebanyak 486 orang,” ucapnya.

Sementara sisanya tidak lolos verifikasi lantaran bukan warga Kota Batu. Selain itu, juga ada warga yang telah menerima bansos lain sehingga tidak lolos verifikasi bansos PPKM Darurat itu.

Disebutkan, pihaknya akan tetap menampung jika ada perusahaan yang menyerahkan data karyawannya yang dirumahkan. Karena bansos ini harus tepat sasaran untuk masyarakat terdampak PPKM Darurat. “Kita masih menerima apabila ada perusahaan yang mau laporkan data karyawannya yang dirumahkan. Kita akan menampungnya,” tuturnya. (wok/wan)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...