Senin, Agustus 8, 2022
BerandaNewsWah Gawat! Prediksi Ekonomi Meleset Semua, Indonesia akan Terperosok Jurang Resesi?

Wah Gawat! Prediksi Ekonomi Meleset Semua, Indonesia akan Terperosok Jurang Resesi?

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi selama semester-I 2020 tercatat minus 1,26%. Angka ini merupakan akumulasi dari ekonomi kuartal I-2020 yang tumbuh 2,97% dan di kuartal II-2020 kontraksi 5,32%.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kemudian untuk inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) tercatat 1,54% dan hingga year to date (ytd) atau hingga Juli 2020 tercatat 0,98%. Angka ini lebih rendah dari yang dipatok dalam APBN yakni 3,1%.

BACA JUGA: Berupaya Menjauh dari Zona Resesi

“Semuanya lebih rendah dari APBN awal dan inflasi lebih rendah dari APBN awal,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa, di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga Juli juga tercatat di level Rp 14.608, angka ini lebih tinggi dari yang dipatok dalam APBN di level Rp 14.400. Suku bunga SBN juga tercatat lebih tinggi dari APBN, yakni 3,29% hingga Juli 2020.

Sedangkan untuk harga minyak mentah Indonesia hingga Juli 220 US$ 39,98 barel per day (bpd), lebih rendah dari target APBN yang mencapai US$ 63 bpd. Lifting minyak juga tercatat sekitar 714 ribu bph dan lifting gas sekitar 987 ribu barel setara minyak per hari. Keduanya juga meleset dari target APBN.

BACA JUGA: Rerie: Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi

Lifting minyak dan gas kita lebih rendah dari asumsi APBN awal, ini yang tentu akan pengaruhi penerimaan kita dari sisi minyak dan gas,” tutur Sri Mulyani. Sayangnya, seluruh capaian asumsi makro ini meleset semua dari yang ditentukan di APBN

Sebelumnya Sri Mulyani menyebut, ekonomi Indonesia akan berada di zona negatif untuk keseluruhan tahun.

Resesi ekonomi terjadi ketika sebuah negara mengalami kontraksi atau ekonominya minus selama dua kuartal berturut-turut. Nah, ekonomi Indonesia sendiri sudah minus 5,3% di kuartal II-2020.

Sementara di kuartal I-2020 masih positif 2,97% jadi Indonesia belum masuk resesi. Jadi jika di kuartal III-2020 ekonomi kembali negatif, bisa dipastikan Indonesia resesi.


“Kita lihat kondisi outlook ekonomi kita, downside risk menjadi lebih besar, atau kemungkinan perekonomian akan berada pada zona negatif keseluruhan tahun. 

Downside menjadi tanda yang cukup nyata yang harus kita kelola di kuartal III dan IV,” kata Sri Mulyani saat membuka konferensi pers APBN KiTa melalui virtual conference, Selasa (25/8/2020).

Outlook dari kami GDP kita ada di keseluruhan tahun di minus 1,1% hingga positif 0,2%,” tambahnya, dikutip Nusadaily.com dari detikcom. Ketika ditanya  apakah ekonomi RI bakal masuk resesi? Kita lihat saja nanti, katanya.(han)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Tersangka Terus Bertambah di Kasus Polisi Tembak Polisi, Brigadir Ricky Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Tim Khusus Polri menjerat Brigadir Ricky Rizal dengan pasal pembunuhan berencana dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas...