Waduh! Kasus COVID-19 Dunia Capai 100 Juta Pekan Ini

  • Whatsapp
184 covax
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai 100 juta pekan ini.

“Hari ini tepat setahun yang lalu, kurang dari 1.500 kasus COVID-19 dilaporkan kepada WHO, termasuk 23 kasus saja di luar China. Pekan ini, kami memperkirakan laporan kasus COVID-19 akan mencapai 100 juta,” kata Tedros dalam konferensi pers WHO pada Senin (25/1).

Baca Juga

BACA JUGA: Azithromycin dan Oxycycline Tidak Efektif Pada Awal COVID – Nusadaily.com

“Angka bisa membuat kita mati rasa terhadap apa yang ditunjukkannya: setiap orang yang meninggal adalah orang tua, pasangan, anak, teman seseorang,” imbuhnya. Dia pun menyerukan agar vaksinasi tenaga kesehatan dan warga lanjut usia dilakukan di semua negara dalam 100 hari pertama 2021.

Lebih lanjut, Tedros mengutip dua laporan terbaru untuk menunjukkan bahwa tanpa akses yang setara dalam mendapatkan vaksin COVID-19, dunia akan menghadapi tidak saja kegagalan moral yang membahayakan, tetapi juga kegagalan ekonomi.

BACA JUGA: Promosikan Edukasi dan Distribusi Vaksin Covid-19, Google Gelontorkan Rp 2,1 Triliun – Imperiumdaily.com

Menurut sebuah laporan terbaru dari Organisasi Buruh Internasional (ILO), yang menganalisis dampak pandemi terhadap pasar tenaga kerja global, sekitar 8,8 persen jam kerja global hilang selama 2020. Kondisi ini mengakibatkan penurunan pendapatan tenaga kerja di dunia setara 3,7 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp14.082).

Laporan itu memproyeksikan bahwa sebagian besar negara akan pulih pada paruh kedua 2021, tergantung pada peluncuran vaksinasi. Laporan tersebut juga merekomendasikan dukungan internasional untuk peluncuran vaksin di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, serta mendorong pemulihan ekonomi maupun lapangan kerja.

BACA JUGA: Jangan Takut Divaksin! Ini Tips Sebelum dan Sesudah Vaksinasi COVID-19 – Noktahmerah.com

Laporan kedua, yang disusun oleh International Chamber of Commerce Research Foundation, menemukan bahwa nasionalisme vaksin dapat merugikan perekonomian global hingga 9,2 triliun dolar AS, di mana hampir separuhnya, yakni sekitar 4,5 triliun dolar AS, akan terjadi di perekonomian paling kaya.

Sebaliknya, kesenjangan finansial untuk Access to COVID-19 Tools Accelerator (ACT Accelerator), inisiatif yang dipimpin oleh WHO, mencapai 26 miliar dolar AS pada tahun ini, menurut Tedros. Dia menambahkan bahwa ACT Accelerator, jika didanai penuh, akan memberikan keuntungan (return) hingga 166 dolar AS untuk setiap dolar yang diinvestasikan.

“Nasionalisme vaksin mungkin membuahkan pemenuhan target politik jangka pendek. Namun, mendukung kesetaraan vaksin merupakan kepentingan ekonomi jangka menengah dan panjang setiap negara,” kata Tedros.(mic)