Usai Diperiksa Faida Nyelonong Kabur Lewat Pintu Belakang Diantar Pegawai Kejaksaan

  • Whatsapp
Mantan Bupati Jember, Faida berbalik arah kembali masuk ke kantor kejaksaan dan keluar lewat pintu belakang untuk menghindari wartawan. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Mantan Bupati Jember, Faida menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana bantuan ke rumah sakit Bina Sehat milik keluarganya oleh Kejaksaan Negeri Jember sejak pagi hingga petang pada Senin, 1 Maret 2021.

Namun, usai diperiksa Faida malah pulang lewat pintu belakang kantor kejaksaan. Padahal, semula kamera menyorot Faida yang hendak keluar dengan berjalan kaki menuju pintu depan. Tiba-tiba saja dia seketika berbalik arah saat mengetahui banyak wartawan yang menunggunya di halaman.

Wartawan mulai kesulitan memburu Faida, karena pintu tengah terkunci secara otomatis. Ternyata, dalam sekejap dia telah berlalu pergi di pintu belakang dengan menyusuri gang sempit yang menjadi batas antara kantor kejaksaan dengan pemukiman warga.

Pintu keluar belakang biasanya terkunci, dan hanya dibuka pada saat waktu-waktu sholat karena menjadi akses warga untuk berjamaah ke masjid Al Ikhlas di samping utara kantor kejaksaan. Rupanya, seharian penuh pintu tersebut dalam kondisi terbuka dan dipakai Faida untuk kabur menghindar.

Pihak Kejaksaan Bungkam Mengenai Insiden Tersebut

Pihak kejaksaan bungkam mengenai insiden tersebut. “Tidak ada perintah untuk statement,” kata jaksa bernama Wahyu Resta yang mengaku diminta menemui wartawan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus, Setyo Adhy Wicaksono.

Kendati sebelumnya, mengenai pemeriksaan Faida, wartawan diarahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Prima Idwan Mariza agar mengkonfirmasi Setyo. “(Pemeriksaan) terkait Bina Sehat. Ada beliau. Nanti (lebih detail) ke Pidsus sama Kasi intel ya,” tutur Prima.

Kaburnya Faida dari pintu belakang juga disaksikan oleh beberapa warga yang melihat langsung ketika mantan Bupati Jember itu ditemani seseorang berseragam korps Adhyaksa berjalan kaki keluar menyusuri gang.

“Mau ke kamar mandi, tiba-tiba ada beliaunya Bu Faida tahu dari gestur. Dia ini cepat enggak ada sapaan sama sekali dan saya tanya ke pegawai kejaksaan yang sering ketemu juga saya tanya, dan betul katanya Bu Faida,” beber Silvi, karyawan Radio Prosalina FM yang menyaksikan Faida lewat pintu belakang.

Menurut dia, sudah ada mobil yang menjemput Faida dengan tiba-tiba menumpang masuk ke lahan parkir di kantor radio swasta tersebut. “Jalannya cepat, Bu Faida pakai baju coklat kotak-kotak,” Silvi mengisahkan.

Penyalahgunaan dan Penggelapan APBD

Faida memang dilaporkan pengacara bernama Agus Mashudi perihal dana yang mengalir dari APBD ke RS Bina Sehat. “Kami menduga penyalahgunaan dan penggelapan APBD yang dilakukan oleh Faida bersama Ketua Yayasan Rumah Sakit Bina Sehat yang tidak lain Abdul Rochim, suami Faida. Dananya sebesar Rp570 juta,” papar Agus.

Pemberian anggaran tersebut dianggap melanggar PP nomor 58 tahun 2005, dan Permendagri nomor 13 tahun 2006 yang diperbaharui dengan Permendagri nomor 21 tahun 2011. Agus meminta agar pihak kejaksaan serius menindaklanjuti laporannya demi memenuhi rasa keadilan publik.

Ikhwal dana Rp570 juta tersebut bermula dari proposal permohonan bantuan hibah operasi gratis yang diajukan Yayasan RS Bina Sehat kepada Pemkab Jember. Faida kemudian malah mencairkannya lewat pos anggaran bantuan operasional Bupati dan Wakil bupati. Agus meyakini telah mengandung unsur tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme.

Faida sendiri sudah tidak menjabat Bupati Jember per tanggal 17 Pebruari 2021. Pasalnya, ia gagal mempertahankan kekuasannya setelah kalah bersaing di Pilkada 9 Desember 2020 silam. (sut/aka)