Upacara Tabur Bunga KRI Nanggala, KSAL: Ini Sejarah Kelam TNI AL

  • Whatsapp
Upacara tabur bunga untuk mengenang korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala. Foto: Dispen AL
banner 468x60

NUSADAILY.COM JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyebut insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Utara Bali, Rabu (21/4) lalu menjadi catatan kelam dalam sejarah TNI AL.

“Musibah ini merupakan catatan kelam dalam sejarah TNI AL, khususnya bagi keluarga besar kapal selam korps Hiu Kencana,” ujar Yudo dalam sambutannya di upacara tabur bunga, Jumat (30/4).

Upacara tabur bunga ini digelar sejumlah jajaran TNI AL bersama keluarga dari 53 awak Kapal KRI Nanggala-402 yang gugur ketika melaksanakan tugasnya untuk ikut dalam Latihan Kesenjataan.

Upacara tabur bunga digelar di atas KRI dr. Suharso-990. Upacara pelarungan bunga itu dilakukan oleh seluruh peserta untuk mengenang jasa para prajurit yang gugur dalam tugas tersebut.

Peristiwa yang menimpa KRI Nanggala-402 ini, disebut Yudo akan pembelajaran besar bagi pihak TNI AL.

Ke depan Yudo pun bertekad untuk memperbaiki segala hal yang ada di lembaganya agar kejadian serupa tak terulang kembali.

“Kita bertekad untuk belajar dan memperbaiki segala sesuatunya agar pelaksanaan tugas-tugas operasi dan latihan ke depan dapat berjalan dengan aman dan selamat,” ucap Yudo.

Dalam kesempatan itu, Yudo memahami perasaan kehilangan yang dirasakan sanak saudara dan keluarga dari 53 prajurit yang gugur itu. Oleh karena itu pihaknya meminta agar seluruh keluarga dapat menerima dan berdoa agar para prajurit ini diberi tempat terbaik oleh Tuhan.

“Saya mengajak kita senantiasa mendoakan para prajurit ksatria KRI Nanggala 402. Semoga Tuhan memberi tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Yudo.

“Pengabdian hingga akhir hayat para ksatria Hiu Kencana tak akan pernah sia-sia. Dengan motto Wira Ananta Rudira atau tabah sampai akhir, mereka tetap dalam status patroli dalam keabadian,” tutupnya.

Usai upacara tabur bunga, TNI AL memastikan tetap akan mengupayakan pengangkatan terhadap badan kapal selam KRI Nanggala 402 dari dasar laut.

Namun mereka menyebut hal itu memerlukan perencanaan matang lantaran kapal saat ini berada di kedalaman 838 meter.

KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan Bali pada Rabu (21/4) pekan lalu. Seluruh awak kapal sebanyak 53 orang dinyatakan gugur dalam tugas. (kal)