Tuntutan Hukuman Berat Korupsi Menerjang Pejabat Jember dan Rekanan Terkait Pasar Manggisan

  • Whatsapp
Skandal korupsi rehab Pasar Manggisan di Kabupaten Jember.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Skandal korupsi anggaran proyek pasar tradisional dari anggaran yang dikelola Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Jember tahun 2018 bakal berakibat fatal. Empat terdakwa yang terjerat perkara rehab Pasar Manggisan dituntut dengan hukuman berat menjadi tanda bahaya akibat tindakan rasuah.

Seperti yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Faisal Adhyaksa dari Kejaksaan Negeri Jember dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Selasa, 4 Agustus 2020 malam.

"
"

Baca Juga

"
"

Jaksa Faisal menegaskan bahwa tuntutan hukuman selama 4 tahun 6 bulan kurungan, plus denda Rp100 juta. Subsider 3 bulan penjara bagi mantan Kepala Disperindag Jember Anas Ma’ruf.

Anas didakwa melanggar Pasal 3 UU tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana. Karena menguntungkan orang lain dengan peran sebagai pengguna anggaran (PA) sekaligus merangkap pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek.

Selanjutnya, tuntutan lebih berat diberlakukan kepada para rekanan proyek. Yakni Irawan Sugeng Widodo alias Dodik; Muhammad Fariz Nurhidayat; dan Edy Shandy Abdur Rahman. Ketiganya dituntut hukuman 7 tahun 6 bulan penjara, denda Rpb300 juta, subsider 3 bulan kurungan.

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1), juncto Pasal 18 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” tegas Faisal yang disiarkan secara virtual.

Terdakwa unsur rekanan tersebut juga masih ditambahi tuntutan membayar uang pengganti dengan nominal berbeda.

Terdakwa Dodik dan Fariz sebagai pelaku jasa konsultan perencana dan pengawas melalui modus pinjam perusahaan orang lain, CV Menara Cipta Graha dituntut denda Rp 90 juta secara tanggung renteng.

Sedangkan, Edhy Sandy yang melakukan garapan kontruksi Pasar Manggisan lewat PT Dita Putri Waranawa, menuai tambahan tuntutan membayar uang pengganti sebanyak Rp 1,181 miliar

Jaksa beralasan uang pengganti hanya diberlakukan kepada rekanan sebagai akibat menikmati uang panas. Sementara, pejabat ‘polos’ semacam terdakwa Anas tanpa turut terima bagian duit haram tidak dikenai uang pengganti.

Pasar Manggisan bermasalah gara-gara tidak selesai tepat waktu. Selain itu, anggaran yang dicairkan Disperindag ke PT Dita Putri Waranawa pada kisaran 54 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 7,8 miliar.

Potensi Kerugian Negara Capai Rp 1,3 Miliar

Kondisi Pasar Manggisan lengang tanpa bisa ditempati pedagang secara layak. Sehingga, kejaksaan mulai menyelidiki sejak April 2019 dengan menyita dokumen lelang di kantor Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) serta dalam kantor Disperindag.

Perhitungan oleh lembaga auditor terhadap perbandingan capaian kontruksi dengan dana yang dicairkan, berpotensi mengakibatkan kerugian keuangan negara sebanyak Rp 1,3 miliar.

Perkara tersebut makin melengkapi deretan panjang kasus korupsi di Kabupaten Jember setidaknya dalam rentang 5 tahun belakangan. Sebelumnya, pernah terungkap operasi tangkap tangan oleh tim Saber Pungli kepada Kepala Dispendukcapil Sri Wahyuniati yang divonis 1 tahun kurungan penjara plus denda Rp 50 juta rupiah.

Kasus lainnya, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) wilayah Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Yang menjerat pengurus PKK Diyan Lucki Puspitasari; dan pengusaha toko bahan bangunan Muhammad Ridwan Sidiq. (sut/top)

Post Terkait

banner 468x60