Senin, Juni 27, 2022
BerandaNewsTerkesan 'Diparkir', Komnas PA Minta Kejelasan Hukum Dugaan Pelecehan Seksual di SMA...

Terkesan ‘Diparkir’, Komnas PA Minta Kejelasan Hukum Dugaan Pelecehan Seksual di SMA SPI Batu

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Komnas Perlindungan Anak (PA) menilai Polda Jatim lamban menangani proses hukum yang disangkakan kepada JE. Selama 44 hari sejak awal pelaporan, kasus dugaan pelecehan seksual berjalan stagnan.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait pun melontarkan pernyataan, kasus ini terkesan ‘diparkir’ oleh pihak kepolisian. Pihaknya pun meminta atensi Kapolda Jatim agar anggotanya tak ‘masuk angin’.

“Agar kasus ini tidak terkesan ‘masuk angin’, saya berharap Kapolda Jatim memberi atensi dan segera meminta Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan tersangka,” kata Arist.

Desakan yang dilakukan Komnas PA ini, lanjut Arist, untuk memberikan kepastian hukum kepada korban serta menghindari dugaan-dugaan yang menyesatkan. “Sudah cukup waktu bagi Penyidik Unit Renakta Polda Jatim untuk menetapkan tersangka. Lalu penyidik menyerahkan berkas perkara dugaan kekerasan seksual kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU),” seru dia.

Ia sangat menyayangkan, karena tidak nampak kemajuan dan justru semakin tidak jelas progresnya. Padahal pelapor sekaligus korban telah memberikan keterangan tambahan dan konfrontasi atas keterangan terduga pelaku. Bahkan dikatakan Arist, untuk mengetahui hasil pengembangan penyelidikan (SP2HP) sebagai hak hukum pun sulit diakses oleh korban. Katanya, tidak ada informasi yang bisa diperoleh korban.

“Sudah dua kali saya meminta kepada Kanit Renakta Subdit Renakta Polda Jawa Timur melalui pesan elektronik (WA) tetapi tidak mendapat jawaban.Mungkin sibuk dengan perkara-perkara lainnya,” jelas Arist.

Tetap Percaya Polri Bisa Menuntaskan

Meski begitu, Arist percaya Polri tetap bisa menuntaskan proses hukum karena kasus yang terjadi dianggap sangat memalukan sehingga patut dihentikan. Dalam waktu dekat, korban bersama Tim Hukum LBH Surabaya, Tim Advokasi dan Litigasi SMA Selamat Pagi Indonesia serta Komnas Perlindungan Anak akan menemui Kapolda Jatim dan Ditreskrimum Polda Jatim.

“Harapannya Kapolda Jatim tidak diam atas perkara ini. Surat sedang disiapkan”, tambah Arist.

Kuasa Hukum JE, Recky Bernadus Surupandy mengatakan, dengan adanya berbagai pernyataan tersebut, pihaknya tetap mengikuti proses hukum. Selain itu, pihaknya juga sudah mendapat beberapa kali panggilan untuk dilakukan pemeriksaan.

“Klien kami sudah menjalani pemeriksaan sekitar dua sampai tiga kali. Ditanyai mengenai keterangan si A benar atau tidak, keterangan si B benar atau tidak, semuanya ditanyakan ke kami,” terangnya.

Selain itu, saksi-saksi dari pihaknya juga telah dipanggil oleh Polda Jatim. Saksi-saksi yang di panggil itu seperti kepala sekolah. Kata Recky, kepala sekolah di panggil karena ada pernyataan mengenai suatu hal seperti yang telah di dalilkan oleh pihak pelapor.

“Kepala sekolah dipanggil dan memberikan keterangan jika pernyataan itu tidak benar. Selain itu kami juga telah menyerahkan berbagai barang bukti pendukung,” ujarnya.

Untuk sementara waktu ini, pihaknya akan terus mengikuti proses hukum yang tengah berjalan dengan profesional. Karena proses hukum yang telah ada ini harus diikuti hingga tuntas. “Nantinya ketika dalam proses hukum dan apa yang telah mereka dalilkan tidak benar melaluo hasil dari proses hukum yang sah. Tentunya kami juga akan melakukan upaya hukum,” tegasnya.(wok/aka)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Kenapa Gundukan Melintang di Jalan Disebut ‘Polisi Tidur’? Ternyata Begini Awalnya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - 'Polisi tidur' di daerah Tangerang jadi sorotan. Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan ada jejeran 'polisi tidur' yang...

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Komnas Perlindungan Anak (PA) menilai Polda Jatim lamban menangani proses hukum yang disangkakan kepada JE. Selama 44 hari sejak awal pelaporan, kasus dugaan pelecehan seksual berjalan stagnan.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait pun melontarkan pernyataan, kasus ini terkesan 'diparkir' oleh pihak kepolisian. Pihaknya pun meminta atensi Kapolda Jatim agar anggotanya tak 'masuk angin'.

“Agar kasus ini tidak terkesan ‘masuk angin’, saya berharap Kapolda Jatim memberi atensi dan segera meminta Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan tersangka," kata Arist.

Desakan yang dilakukan Komnas PA ini, lanjut Arist, untuk memberikan kepastian hukum kepada korban serta menghindari dugaan-dugaan yang menyesatkan. "Sudah cukup waktu bagi Penyidik Unit Renakta Polda Jatim untuk menetapkan tersangka. Lalu penyidik menyerahkan berkas perkara dugaan kekerasan seksual kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU)," seru dia.

Ia sangat menyayangkan, karena tidak nampak kemajuan dan justru semakin tidak jelas progresnya. Padahal pelapor sekaligus korban telah memberikan keterangan tambahan dan konfrontasi atas keterangan terduga pelaku. Bahkan dikatakan Arist, untuk mengetahui hasil pengembangan penyelidikan (SP2HP) sebagai hak hukum pun sulit diakses oleh korban. Katanya, tidak ada informasi yang bisa diperoleh korban.

“Sudah dua kali saya meminta kepada Kanit Renakta Subdit Renakta Polda Jawa Timur melalui pesan elektronik (WA) tetapi tidak mendapat jawaban.Mungkin sibuk dengan perkara-perkara lainnya,” jelas Arist.

Tetap Percaya Polri Bisa Menuntaskan

Meski begitu, Arist percaya Polri tetap bisa menuntaskan proses hukum karena kasus yang terjadi dianggap sangat memalukan sehingga patut dihentikan. Dalam waktu dekat, korban bersama Tim Hukum LBH Surabaya, Tim Advokasi dan Litigasi SMA Selamat Pagi Indonesia serta Komnas Perlindungan Anak akan menemui Kapolda Jatim dan Ditreskrimum Polda Jatim.

“Harapannya Kapolda Jatim tidak diam atas perkara ini. Surat sedang disiapkan", tambah Arist.

Kuasa Hukum JE, Recky Bernadus Surupandy mengatakan, dengan adanya berbagai pernyataan tersebut, pihaknya tetap mengikuti proses hukum. Selain itu, pihaknya juga sudah mendapat beberapa kali panggilan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Klien kami sudah menjalani pemeriksaan sekitar dua sampai tiga kali. Ditanyai mengenai keterangan si A benar atau tidak, keterangan si B benar atau tidak, semuanya ditanyakan ke kami," terangnya.

Selain itu, saksi-saksi dari pihaknya juga telah dipanggil oleh Polda Jatim. Saksi-saksi yang di panggil itu seperti kepala sekolah. Kata Recky, kepala sekolah di panggil karena ada pernyataan mengenai suatu hal seperti yang telah di dalilkan oleh pihak pelapor.

"Kepala sekolah dipanggil dan memberikan keterangan jika pernyataan itu tidak benar. Selain itu kami juga telah menyerahkan berbagai barang bukti pendukung," ujarnya.

Untuk sementara waktu ini, pihaknya akan terus mengikuti proses hukum yang tengah berjalan dengan profesional. Karena proses hukum yang telah ada ini harus diikuti hingga tuntas. "Nantinya ketika dalam proses hukum dan apa yang telah mereka dalilkan tidak benar melaluo hasil dari proses hukum yang sah. Tentunya kami juga akan melakukan upaya hukum," tegasnya.(wok/aka)