Telaah Perolehan Retribusi Parkir di 9 Titik, Dishub: Hasilnya Jauh dari Harapan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Dishub Kota Batu melakukan telaah di sembilan titik parkir kawasan Alun-alun Kota Batu. Hal ini untuk memastikan potensi perolehan parkir di jantung kota yang tak pernah sepi pengunjung itu. Diyakini, dari sembilan titik itu berpotensi menghimpun perolehan retribusi parkir sebesar Rp 38 juta perbulan. Namun kenyaatan berkata lain, apa yang diproyeksikan masih jauh dari harapan.

Baca Juga

Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, sejak Januari hingga Juni, terhitung akumulasi dari sembilan titik itu sebesar Rp 19,9 juta. Rinciannya pada Januari sebesar Rp 2,4 juta dan Februari sebesar Rp 720 ribu. Berikutnya, pada Maret mengalami kenaikan sebesar Rp 2,6 juta. Lalu kembali merosot dengan hanya mengumpulkan Rp 1,3 juta.

“Perolehan itu sebelum ada aplikasi yang mengatur mekanisme penyetoran melalui Bank Jatim. Setelah aplikasi diluncurkan pertengahan April, perolehannya sebesar Rp 1,2 juta. Kemudian bulan Mei naik Rp 4,9 juta dan Juni dapat Rp 6,8 juta,” urai Imam.

Sekedar informasi, pada pertengahan April lalu Dishub Kota Batu merombak skema penyetoran perolehan parkir. Jukir tidak lagi menyetor secara konvensional ke Dishub. Melainkan disetor melalui rekening Bank Jatim. Setiap jukir didaftarkan terlebih dulu untuk mendapatkan kode QR yang digunakan saat penyetoran tunai id-billing yang terintegrasi dengan Bank Jatim. Penyetoran bisa disalurkan lewat chanel-chanel Bank Jatim ataupun dengan perusahaan fintech menggunakan kode QR.

Perombakan skema penyetoran itu seiring dengan perubahan perda parkir yang baru yakni Perda Kota Batu nomor 3 tahun 2020 tentang penyelenggaraan parkir tepi jalan umum. Yang diikuti pula aturan turunan yakni Perwalikota Batu nomor 148/2020 tentang juklak Perda Kota Batu nomor 3 tahun 2020. Serta Perwalikota Batu nomor 149/2020 tentang tata laksana penarikan retribusi.

Penyetoran Non Tunai Melalui Bank Jatim

Penyetoran non tunai melalui Bank Jatim ini digagas Dishub Kota Batu untuk menekan kebocoran. Apalagi pada tahun 2021 ini, retribusi parkir ditarget sebesar Rp 8,5 miliar secara perhitungan bruto. Dengan sistem pembagian 60 persen untuk jukir dan 40 persen masuk ke kas daerah. Namun nyatanya, hingga semester pertama perolehan retribusi parkir masih terealisasi Rp 139 juta atau 1,64 persen.

“Kalau target tahunan itu tercapai, pembagian 60 persen untuk jukir, itu artinya bisa menerima Rp 5,1 miliar. Sisanya atau 40 persen untuk Pemkot Batu sebesar Rp 3,4 miliar,” jelas mantan Plt Kepala Disparta itu.

Imam mengatakan, pemberian 60 persen kepada jukir dilakukan per pekan. Setelah perolehan harian jukir yang disetorkan ke Bank Jatim terakumulasi. “Misalnya, jukir menyetor Rp 50 juta ke Bank Jatim. Satu minggu kemudian dikembalikan lagi pada jukir sebanyak 60 persen,” terangnya.

Ditetapkannya target retribusi parkir itu merupakan kesepakatan antara banggar DPRD Kota Batu dan timgar Pemkot Batu. Itu didasarkan pada kenaikan tarif parkir sesuai perda baru dengan memperhitungkan potensi-potensi di tiap titik parkir.

Diketahui terdapat 231 titik parkir dan bakal ada penambahan 50 titik parkir baru yang akan didaftarkan dengan ketetapan SK Wali Kota Batu. Serta terdapat 430 jukir di Kota Batu, dimana sebanyak 384 jukir telah ber-KTA.

“Praktis total ada sejumlah 281 titik parkir, 50 titik di antaranya belum terdata atau belum resmi. Namun praktiknya di titik itu telah memungut namun belum menyetor ke Dishub,” ungkap Imam.(wok/aka)