Tekan Impor Obat, Indonesia Bakal Bangun Pabrik Paracetamol

  • Whatsapp
Obat Impor BUMN Erick Thohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, transformasi dalam bidang supply chain di perusahaan negara akan terus dilakukan. Salah satunya pada perusahaan negara di bidang kesehatan yang akan segera memproduksi obat paracetamol.

BACA JUGA : PDIP Bela Ahok: Tapi Ingatkan Agar Ahok Tetap Menjaga Sikapnya

"
"

Baca Juga

"
"

“Kami akan bangun pabrik paracetamol yang selama ini diimpor,” ucap Erick dalam HSBC Economic Forum secara virtual, pada Rabu 16 September 2020.

Produksi paracetamol ini, merupakan bagian dari hasil penggabungan BUMN yang dilakukan Erick. Dalam bidang kesehatan, akan ada BUMN klaster kesehatan dan industri farmasi. Di dalamnya ada Bio Farma, Kimia Farma, Indo Farma, dan Petra Medika.

Mereka akan diminta untuk fokus pada area masing-masing. Contohnya Kimia Farma dalam hal obat kimia. Lalu seperti Indo Farma fokus dalam hal obat herbal.

Total ada 12 klaster BUMN. Selain klaster kesehatan, ada daftar klaster lain, yakni migas dan energi, pangan, minerba, perkebunan dan kehutanan, manufaktur dan pertahana, jasa keuangan, infrastrutkur, asuransi dan dana pensiun, telco dan media, pariwisata, dan logistik.

Kendati demikian, kabar soal produksi Paracetamo ini sudah berhembus sejak Juli 2020. Saat itu, Kilang Pertamina Internasional (KPI), sebagai Subholding Refinery and Petrochemical dari Pertamina bersinergi dengan Kimia Farma.

Tujuannya, untuk mengoptimalkan potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan, petrokimia menjadi bahan baku farmasi, seperti Paracetamol.

Selanjutnya, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa, sinergi ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk meningkatkan kemandirian industri farmasi nasional dan sekaligus membantu menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia, di sektor farmasi.

BACA JUGA : Kesolidan KLHK dan Satgas Berhasil Menekan Karhutla 2020

Mengingat, 95 persen dari total kebutuhan bahan baku farmasi Indonesia, masih dipasok melalui impor.(Via)

Post Terkait

banner 468x60