Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsTak Terima, Kasatpol Minta Pelaku Penganiaya Anggotanya Ditindak Tegas

Tak Terima, Kasatpol Minta Pelaku Penganiaya Anggotanya Ditindak Tegas

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mojokerto angkat bicara terkait penganiayaan anggotanya yang berniat menolong seorang ibu dan anak saat mengalami kecelakaan di depan Kantor Pemkot kemarin sore. Justru mendapatkan bogem mentah oleh oknum TNI.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Heryana Dodik Murtono menegaskan jika kasus penganiayaan terhadap anggotanya Angga Ardian harus diproses hukum. Lantaran, korban mengalami luka cukup parah dibagian pelipis sebelah kiri.

Tak hanya itu, lokasi peristiwa penganiayaan berada di pos penjagaan pintu masuk Kantor Wali Kota Mojokerto.

“Kami menyampaikan via surat tertulis, kami mohon untuk tetap diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku baik militer maupun sipil. Karena sudah terjadi penganiayaan yang itu dilakukan di pos Satpol PP di Pemkot,” Dodik menegaskan.

Pihaknya sudah menindaklanjuti penganiayaan itu sejak menerima foto-foto kondisi korban pertama kali mengalami penganiayaan.

“Laporan itu ditindaklanjuti anggota Satreskrim Polresta Mojokerto dengan mendatangi korban di lokasi terjadinya penganiayaan tersebut,” ucapnya.

Plt DPMTSP Kota Mojokerto ini menambahkan, jika berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi bahwa pelaku penganiayaan diduga dilakukan oleh oknum TNI.

Memang Benar yang Menganiaya adalah Oknum TNI

“Setelah didatangi ke TKP (Jumat, 22 Oktober 2021) melihat beberapa foto, ternyata memang penganiayaan itu dilakukan oleh oknum TNI. Sehingga kepolisian menyerahkan pada Garnisun,” ucapnya.

Setelah kejadian itu, korban dan pelaku penganiayaan oknum TNI dibawa ke Garnisun. Hari ini, Sabtu, 23 Oktober 2021 korban merasakan kesehatannya menurun sehingga dilarikan ke RSUD Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto. “Ada luka yang perlu dijahit sehingga tadi dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Kendati korban dan pelaku sempat berdamai dengan cara kekeluargaan. Bahkan, membubuhkan tanda tangan di kertas tanpa materai di kantor Garnisun.

Pihaknya menegaskan penganiayaan hingga melukai anak buahnya ini agar diusut tuntas. Bahkan, pihaknya mengumpulkan barang bukti lain berupa rekaman kamera CCTV yang berada di pos penjagaan Satpol PP Pemkot Mojokerto. “Info yang kami terima dua orang yang mendatangi Angga (Korban). Niat menolong, justru korban dituduh penabrak,” ia memungkasi.

Sebelumnya, seorang oknum TNI diduga menganiaya anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto. Peristiwa penganiayaan ini diketahui terjadi di pos jaga pintu masuk Kantor Wali Kota Mojokerto, Jalan Gajah Nomor 145.

Korban penganiayaan Angga Ardian menjelaskan peristiwa tersebut berawal dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi tepat di depan Kantor Wali Kota Mojokerto pada hari Jumat, 22 Oktober 2021 sekitar pukul 17.30 WIB kemarin.(din/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily