Rabu, Januari 19, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsTagihan Listrik Membengkak, Ini Penjelasan Dirut PLN

Tagihan Listrik Membengkak, Ini Penjelasan Dirut PLN

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Direktur Utama PT. PLN (Persero) Zulkifli Zaini memberikan penjelasan kepada DPR RI, mengenai melonjaknya tagihan listrik yang dirasakan masyarakat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Zulkifli menerangkan, lonjakan tagihan di tengah pandemik Covid-19 tidak disebabkan oleh adanya kenaikan tarif listrik dari PLN.

“Lonjakan tagihan listrik pada rekening Mei hingga Juni. Sebelumnya kami sampaikan, lonjakan ini tidak disebabkan kenaikan tarif listrik atau subsidi silang tarif listrik. Kenaikan tarif itu ada di pemerintah. Kami hanya menjalankan kebijakan,” jelas Zulkifli saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Rabu 17 Juni 2020.

Dia menerangkan sejak Januari 2017 tidak ada kenaikan tarif listrik hingga saat ini. Meskipun, sambung Zulkifli, secara ekonomi ada perubahan dalam kurun waktu 3,5 tahun.

“Perubahan kurs, harga BBM dan inflasi. Rata-rata per tahun tiga sampai empat persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan, adapun adanya lonjakan tarif karena adanya mekanisme penagihan tiga bulan sekali. Lantaran adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Lonjakan tagihan terjadi karena mekanisme penagihan itu pakai 3 bulan terakhir. April dan Mei kan gak ada pencatat, supaya gak ada resiko penularan virus. Saat pencatatan aktual, adanya kenaikan tagihan karena pola konsumsi saat PSBB,” bebernya.

Zulkifli menambahkan, dengan banyaknya masyarakat yang berada di rumah, maka konsumsi listrik dipastikan meningkat dari hari sebelumnya.

“Oleh karena itu terjadi perbedaan realisasi konsumsi dengan rata-rata tiga bulan. Selisih itulah kami tagihkan pada Juni. Saat kami melakukan pencatatan real. Untuk mengatasi keluhan ini, PLN telah mengambil kebijakan perlindungan lonjakan dengan sistem angsuran. Itu untuk yang di atas 20 persen. Meski memang ini akan menambah beban keuangan PLN,” pungkasnya.(via/lna)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily