Sumur Bor Ilegal Marak, Perumdam Among Tirto Minta Pemprov Lebih Selektif Keluarkan Izin

  • Whatsapp
Dirut Perumdam Among Tirto, Edy Sunaedi
Dirut Perumdam Among Tirto, Edy Sunaedi
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Sumur bor menjadi pemicu menyusutnya ketersediaan air tanah. Eksploitasi berlebihan akan berimplikasi terjadinya krisis air tanah. Perumdam Among Tirto mencatat ada sebanyak 133 titik sumur bor pada 2019. Tahun 2020 bertambah empat titik yang berada di Desa Punten, Desa Pandanrejo, Kelurahan Ngaglik, dan Jalibar di Desa Oro-oro Ombo.

Dirut Perumdam Among Tirto, Edy Sunaedi mengajak kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian cadangan air tanah. Kearifan lokal menjadi pijakan kuat yang memiliki peranan agar bisa memanfaatkan sumber daya secara bijak serta memikirkan keberlanjutan lingkungan.

“Kearifan lokal harus dijadikan pijakan kuat sebelum memanfaatkan air bawah tanah, agar generasi penerus kita dapat menikmati air. Apalagi proses perizinan pemanfaatan sumber bor ada di Pemprov Jatim,” ucap pria yang disapa Sokek dilansir Nusadaily.com.

Menurut Sokek, seharusnya Perumdam Among Tirto Kota Batu selaku pelaku penyedia air minum di daerah ikut dilibatkan dan berperan serta dalam memverifikasi maupun memproteksi keberadaan sumur bor yang ada di Kota Batu ini.

“Berdasarkan data yang ada di Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air. Provinsi Jawa Timur di tahun 2018 lalu, ada sebanyak 50 titik sumur bor di Kota Batu. Tapi saya yakin lebih dari jumlah itu,” jelasnya.

Data itu yang diketahui dan dilaporkan pada perusahaan daerah air minum itu. Tak menutup kemungkinan, angka riil melebihi dari data yang ada. Ia menjelaskan, tak adanya regulasi pendirian sumur bor, membuat eksploitasi berlebihan yang mengakibatkan terjadinya krisis air. Mengingat selama ini terdapat beberapa perusahaan yang izin membuat satu sumur bor namun juga mengebor di beberapa titik. 

”Paling tidak, bisa koordinasi dengan kami. Di titik pemohon pembuatan sumur bor itu kira-kira masih bisa kami layani atau tidak, karena kami kan bagian teknis,” harapnya.

Untuk itu, lanjut Sokek, dirinya menyakini jika di Kota Batu banyak adanya sumur bor ilegal membuat Perumdam Among Tirto Kota Batu merasa waswas karena bisa menimbulkan krisis ketersedian air dari sumber. “Saya berharap Pemprov lebih selektif dalam memberikan izin pembuatan sumur bor yang diajukan perusahaan, agar tidak ada eksploitasi air berlebihan yang mengakibatkan terjadinya krisis air,” terangnya.

Sebab, tambah Sokek, sangat besar kemungkinan bahwa angka riil yang di berikan oleh DPUSDA Pemprov Jatim tersebut kenyataannya melebihi dari data tersebut. “Pengambilan air dari bawah tanah secara liar akan mengakibatkan dampak serius di kemudian hari. Untuk itu langkah pencegahan dan penertiban harus dilakukan mulai sekarang,” tukasnya. (wok/wan)