Soal Cabut Moratorium izin PPIU, Pengamat: Bagaimana dengan Oknum Haji?

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pengamat haji dan Umrah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi mengapresiasi langkah kongkrit Kementrian Agama yang telah mencabut moratorium izin baru bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). 


“Kemenag rupanya responsif terhadap desakan agar kran izin penyelenggaraan  umrah dibuka kembali. Saya hargai kebijakan ini, mengingat minat jamaah dan kebutuhan penyelenggaraan umrah yang amanah dan bagus terus meningkat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (14/2/2020). 

Baca Juga


Meski demikian, pertanyaannya, apakah Kemenag sudah mendapatkan jawaban dan meyakinkan publik  atas persoalan yang dijadikan alasan diberlakukannya moratorium pada 2018 yang lalu? Yaitu adanya pihak-pihak yang memanfaatkan besarnya peluang bisnis umrah dengan melakukan penipuan dan penggelapan dana jamaah umrah.

“Dua kasus besar yang meledak, First Travel dan Abu Tours memang sudah dipengadilankan. Tapi masih ada laporan-laporan lain di berbagai daerah maraknya praktek buruk ini,” ungkapnya. 


Menurut Dadi, ide moratorium ini memang kontroversial, ditolak dan dipertanyakan efektifitasnya, khususnya oleh pihak-pihak yang memang berkepentingan dengan umrah sebagai ibadah dan  juga bisnis.

Dalam hal ini, Kemenag seharusnya merespon bahwa moratorium itu bukan untuk menyetop ibadah umrah, tapi membenahi penyelenggaraan umrah yang buruk. Pelan2 kemudian memperbaiki sistem dan manajemen umrah.


“Hemat saya, ke depan pemerintah dalam hal ini Kemenag harus tetap fokus pada aspek pembinaan, pelayanan dan pengawasan di bidang umrah kepada semua stakeholder. Bukan hanya kepada pengusaha travel, asosiasi biro haji dan pendukung umrah semata,” tegasnya.


Begitu juga tambah Dadi, untuk para jamaah umrah dan publik itu sendiri. Kemenag perlu terus meyakinkan publik bahwa umrah aman dilakukan dan telah membina, mengaudit dan mengawasi kinerja para penyelenggara dengan baik. (hud)

Post Terkait

banner 468x60