Singapura Uji Coba Drone Pengawas Physical Distancing

  • Whatsapp
polisi drone
Staf Airbotics, yang tengah mengembangkan drone untuk uji coba bersama polisi Singapura dalam upaya menekan penyebaran COVID-19, bekerja di pusat pengembangan perusahaan, di Petah Tikva, Israel, 4 Agustus 2020. (REUTERS)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Untuk mengawasi kebijakan physical distancing sebagai upaya pencegarah penyebaran COVID-19, Polisi Singapura dibantu pesawat nirawak atau drone yang dikembangkan oleh perusahaan asal Israel, Airobotics. Drone tersebut telah diujicobakan hari ini.

Drone tersebut memiliki bobot 10 kg dan diprogram untuk melacak anomali seperti kerumunan warga dan mengirimkan rekaman tersebut ke polisi.

Baca Juga

Setelah uji coba tiga setengah bulan di atas kawasan industri di barat Singapura, untuk pertama kalinya drone tersebut mendapat izin untuk terbang di atas kota metropolitan, menurut Airobotics.

“Khusus untuk COVID, apa yang kami lakukan adalah membantu mereka beroperasi. Pandemi menciptakan situasi yang mungkin menyulitkan polisi untuk bekerja secara normal,” kata CEO Airobotics, Ran Krauss kepada Reuters, dikutip Sabtu.

Badan Sains dan Teknologi Singapura, Home Team Science & Technology Agency (HTX), mengatakan telah menguji coba drone tersebut dengan polisi.

Senior insinyur HTX, Low Hsien Meng, mengatakan drone tersebut dapat menentukan lokasi dan memperbesar area yang mungkin tidak terlihat oleh petugas saat berpatroli di dalam kendaraan.

Airobotics, yang telah mengumpulkan pendanaan 120 juta dolar AS, mengatakan telah menginvestasikan sekitar 100 juta dolar AS untuk mengembangkan drone tersebut.

Airobotics dan HTX telah memulai tahap berikutnya untuk mengeksplorasi kemampuan lebih lanjut, termasuk menggunakan drone untuk mengirimkan defibrillator jika diperlukan.

Airobotics mengatakan aspek jarak sosial dari uji coba tersebut masih berlangsung.

Singapura, yang terkenal dengan undang-undang yang ketat dan pengawasan yang luas, awalnya mendapat pujian global karena berhasil menahan penyebaran virus corona sebelum wabah tersebut menyebar di asrama pekerja migran yang membuat jumlah kasus di negara tersebut meningkat tajam.

Krauss mengatakan Airobotics sedang dalam pembicaraan dengan kota-kota lain dunia untuk mengoperasikan drone milik mereka.(lna)

Post Terkait

banner 468x60