Selasa Nanti, Pendiri SMA SPI Dipanggil Polda Jatim Terkait Dugaan Persetubuhan

  • Whatsapp
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait saat berbincang dengan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono usai jumpa pers yang digelar di Dendeng Ontong Cafe, Sidomulyo, Kota Batu (Sabtu, 19/6).
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait saat berbincang dengan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono usai jumpa pers yang digelar di Dendeng Ontong Cafe, Sidomulyo, Kota Batu (Sabtu, 19/6).

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Komnas Perlindungan Anak (PA) datang ke Kota Batu bersama dua korban dugaan serangan persetubuhan yang dilakukan JE (Sabtu, 19/6). Perkara ini telah ditangani Subdit Renakta Ditreskrimsus Polda Jatim sejak akhir Mei. Tercatat sudah ada 14 saksi korban yang telah diperiksa dan telah di-BAP.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menuturkan, pihaknya mendapat informasi dari pihak kepolisian terkait perkembangan hasil penyelidikan. Dimana pada Selasa nanti (22/6), terduga pelaku berinisial JE akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polda Jatim.

“Progres perkembangannya cukup cepat untuk memanggil pelaku. Karena dibandingkan dari pengalaman saya sebelum-sebelumnya, penanganan seperti ini cukup lamban,” tutur Arist saat memberikan keterangan dalam jumpa pers di Dendeng Ontong Cafe, Kota Batu bersama dua korban JE (Sabtu, 19/6) dilansir Nusadaily.com.

“Dan Kapolda Jatim juga memberikan atensi lebih terhadap penanganan kasus ini,” lanjut Arist.

Menurutnya, pemanggilan kepada terduga pelaku JE untuk melengkapi bukti-bukti petunjuk yang telah diberikan Komnas PA kepada penyidik. Selama ini bukti-bukti yang telah diserahkan sudah melebihi dari dua alat bukti sebagai dasar untuk menetapkan status tersangka. Sehingga dapat dijadikan dasar untuk memanggil terduga pelaku.

“Mekanismenya harus ada dua alat bukti yang cukup. Bahkan bukti-bukti yang kami serahkan sudah melebihi. Ada kesaksian 14 saksi korban, visum, testimoni, video, dan dokumen pendukung lainnya seperti foto-foto bukti kekerasan. Sehingga ada dasar kuat untuk memanggil yang bersangkutan,” urai Arist.

Arist menuturkan, pihak kepolisian telah mengirimkan surat pemanggilan yang ditujukan ke alamat rumah JE di Surabaya. Meski begitu pihaknya, belum mengetahui keberadaan pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu itu. Yang pasti, dirinya mempercayakan pada pihak kepolisian untuk mengantisipasi JE melarikan diri. “Mudah-mudahan ada di Surabaya. Lihat perkembangannya saat Selasa nanti. Kalau tidak hadir tiga kali kan bisa jemput paksa,” ujar Arist. (wok/wan)

Pos terkait