Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsSekelumit Tentang Perjalanan Bens Leo, dari Wartawan ke Pengamat Musik Kondang Indonesia

Sekelumit Tentang Perjalanan Bens Leo, dari Wartawan ke Pengamat Musik Kondang Indonesia

NUSADAILY.COM – MALANG – Bens Leo, lahir di Pasuruan pada 8 Agustus 1952, ia memulai karier sebagai wartawan musik sejak dekade ’70-an.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ia nekat memilih karier sebagai jurnalis musik yang kala itu tak sepopuler jurnalistik politik atau yang lain.

Namun Bens Leo tak berhenti meski banyak yang ragu akan keputusannya. Ajang World Popular Song di Jepang pada 1976 menjadi ajang pembuktian diri bagi Bens Leo sebagai jurnalis musik yang kompeten saat usianya masih 23 tahun.

Dalam perjalanan kariernya, ia sempat mewawancarai sejumlah musisi asing, salah satunya adalah Andre Popp dari Prancis.

Apalagi kala itu Popp disebut tidak bisa berbahasa Inggris. Selaini itu, ia juga berpengalaman meliput ke berbagai acara musik hingga negeri lain seperti Jepang.

BACA JUGA: Andien Kenang Peran Bens Leo Dua Dekade Terakhir



Ia juga pernah mendapatkan kesempatan dalam membuat peliputan soal Koes Bersaudara yang disebut Bens Leo tidak mudah untuk dilakukan.

Koes Bersaudara disebut baru bersedia wawancara pada kedatangan Bens Leo ke-empat kalinya.

Bens Leo menyebut kala itu Koes Bersaudara kurang diliput oleh media, sehingga bisa mendapatkan wawancara band bersaudara itu menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Selain itu, fakta berita musik termasuk yang jarang mendapat sorotan dinilai akan mudah untuk dimuat media.

Kini, pengamat musik itu telah meninggal dunia pada Senin (29/11) di usia 69 tahun, setelah beberapa hari dirawat di RS Fatmawati akibat Covid-19.

Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai salah satu pengamat musik andal di Indonesia.

Pengalaman sebagai wartawan musik mengantarkan Bens Leo untuk memantapkan hati menjadi pemerhati musik Indonesia.

BACA JUGA: Mengenang Musisi Indonesia yang Berpulang di 2020

Ia sempat khawatir dengan regenerasi jurnalis dan pengamat musik di Indonesia yang semakin menipis.

Banyak hal yang menurut Bens Leo menjadi aspek dalam seseorang menilai musik. Aspek utama dalam mengamati musik dapat dilihat dari lirik, harmonisasi, melodi, dan lain sebagainya.

Menurutnya, musik yang bagus adalah musik yang memenuhi aspek-aspek tersebut. Musik yang bersifat subjektif diakui Bens Leo membuat dirinya tidak dapat menilai mana musik yang bagus dan tidak, karena setiap orang memiliki pendapat masing-masing.

Bens Leo juga menilai bahwa musik di Indonesia tumbuh dengan banyak keberagaman dan dinamis. 

Menurut Bens Leo, saat ini, musik indie dinilai menjanjikan. Begitu pula dengan produksi piringan hitam yang kini mulai kembali berkembang di masyarakat.

Tak hanya itu, ia melihat musik ke depannya akan terjadi berbagai percampuran budaya tradisional dengan modern, khususnya elektronik.



Selain itu, Bens Leo juga menyoroti keberadaan media musik yang semakin berkurang. Menurut Bens Leo, media musik yang harus peka terhadap perkembangan teknologi. Majalah musik yang tutup acap kali karena terlambat melihat masa depan.

Terlepas dari segala kesibukannya, Bens Leo masih menjadi sosok ayah dan pemimpin keluarga. Ia telah berhasil membesarkan anak semata wayangnya Georgius Addo Gustaf Putera atau biasa dipanggil Edo dari pernikahan dengan Pauline Endang.

Pengamat musik kondang Bens Leo dikabarkan meninggal dunia pada usia 69 tahun, Senin (29/11), setelah berjuang melawan Covid-19 yang diderita selama beberapa hari terakhir di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Jokowi: Glenn Fredly Inspirasi Generasi Muda



“Telah berpulang dengan tenang menuju rumah Bapa di surga. Suami/Papa/Adik/Om/ ‘Papa Ben’ kami tercinta… Benedictus Benny Hadi Utomo (Bens Leo) dalam usia 69 tahun, pada Hari Senin, Tanggal 29 November 2021 pukul 08.24 WIB di RS Fatmawati, Jakarta,” tulis pernyataan keluarga, Senin (29/11).

Melalui pernyataan tersebut, pihak keluarga memohon kepada masyarakat untuk membuka pintu maaf atas segala kesalahan mendiang semasa hidup.

“Tanpa mengurangi rasa terima kasih atas perhatian dan penghormatan yang diberikan, demi menjaga privasi keluarga inti dan menaati protokol kesehatan Covid-19,” tulis pernyataan keluarga.

BACA JUGA: Wartawan Senior Bens Leo Meninggal Dunia



“kami mohon kepada keluarga besar, para sahabat, dan handai taulan untuk mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan iringan doa dari rumah masing-masing,” lanjutnya.

Bens Leo meninggalkan seorang istri bernama Pauline Endang Praptini dan seorang anak bernama Addo Gustaf Putera.

Pernyataan tersebut juga mencantumkan sejumlah keluarga Bens Leo yang berduka, dua kakak, dan sembilan keponakan. Selamat jalan kawan, semoga engkau mendapatkan kebahagiaan disisiNya.(A. Hanan jalil)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed