Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsSatu Tahun Jokowi, Rocky Gerung Beri Skor A Minus, Alasannya?

Satu Tahun Jokowi, Rocky Gerung Beri Skor A Minus, Alasannya?

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Pengamat Politik Rocky Gerung punya skor sendiri terhadap kinerja mereka.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dalam wawancaranya dengan Najwa Shihab di tayangan Mata Najwa yang dilansir Nusadaily.com, Kamis 22 Oktober 2020, Rocky Gerung membeberkan skor istimewanya plus alasan yang membuat hadirin tercengang.

“Satu tahun Jokowi-Maruf, saya mau minta Anda Bang Rocky Gerung, memberikan penilaian dan catatan kritis terhadap pemerintahan saat ini. Skornya berapa ya ?” tanya Najwa Shihab pada Rocky yang menjadi pembicara pertama.

BACA JUGA: Setahun Jokowi, Riuh di Patung Kuda Sunyi di Istana

“Skornya? Angka aja ya? Huruf aja deh,” tawar Rocky.

“A- (A minus),” ujar Rocky tegas.

Jawaban Rocky tersebut seketika membuat ruangan hening sejenak. Najwa kemudian melanjutkan pertanyaannya.

“A minus? Itu skalanya yang paling bagus atau yang paling jelek? Harus jelas dulu ini,” tanya Najwa dengan mimik terheran.

“A minus itu A buat kebohongan, minus untuk kejujurannya,” beber Rocky.

Ia kemudian melanjutkan dengan penjelasan detil alasan dirinya memberikan skor yang cukup buruk dalam satu tahun periode kedua pemerintahan Jokowi. Rocky menggarisbawahi soal kepercayaan publik.

“Kan publik sekarang berupaya untuk memahami logika dari pemerintahan ini, yaitu menitipkan harapan. Tetapi tiba-tiba dibatalkan oleh dua caption di koran Kompas kemarin, “kepuasan hilang”,” ungkapnya.

Rocky mengibaratkan setahun kepemimpinan Jokowi – Maruf seperti sepasang pengantin yang kehilangan momen penting di malam pertamanya.

BACA JUGA: Rocky Gerung Sebut Ngabalin Badut, Cocok untuk Ditertawakan

“Kemarin SMRC bilang polling kepuasannya 60 persen sekarang di bawah 50 persen artinya ini di tahun pertama lho udah hilang. Ini seperti di malam pertama pasangannya udah enggak percaya. Mestinya perkawinannya bubar,” kata Rocky.

Meski begitu, ia sadar betul jika penilaian itu akan mendapat bantahan sejumlah pihak. Pasalnya masih ada sebagian masyarakat yang berpikir bahwa pemerintahan Jokowi – Maruf masih terus berlanjut.

BACA JUGA: Setahun Jokowi-Ma’ruf, Seleb-Influencer Gencar Digaet Istana

“Tapi ada semacam orang Indonesia bilang ya ‘mudah-mudahan masih bisa lanjut’. Tapi itu adalah situasi psikologis publik. Supaya enggak ada kerusuhan mudah-mudahan Pak Jokowi masih berlanjut,” tukas Rocky.

“Tetapi sociological fact mengatakan bahwa di bawah 50 persen itu itu kita mau maki-maki dan sebagainya, kalau di Eropa perdana menteri sudah turun,” tegasnya.

“Jadi A minus itu hanya berangkat dari yang anda temukan di Kompas atau berangkat dari pengamatan anda?,” sergah Najwa.

BACA JUGA: Adakah Kewajiban Najwa Shihab Minta Maaf pada Anggota DPR Atas Kritik Pedasnya

“Kompas itu adalah parameter utama. Sekarang Kompas nggak bisa tutupi lagi fakta yang dia research itu,” jawab Rocky.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dany Amrul Ichdan bereaksi sebaiknya Rocky melihat hasil survey Kompas secara keseluruhan, bukan hanya satu parameter saja.

“Lihat variabel dan subdetailnya supaya dapat perspektif lebih luas. Terdapat beberapa survey yang memperlihatkan public trust Jokowi naik di beberapa bulan terakhir,” kata Dany.

Dany menegaskan, komunikasi publik belum terintegrasi di awal pandemi Covid-19, namun saat ini telah terstruktur untuk menyelesaikan permasalahan.

“Jadi kita perbaiki hari per hari supaya public trustnya lebih baik,” beber Dany.

Hasil Survei Litbang Kompas

Dilansir dari Kompas.com, Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan, sebesar 46,3 persen responden merasa tidak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Ma’ruf Amin selama satu tahun terakhir.

Survei tersebut juga menunjukkan adanya responden yang merasa sangat tidak puas dengan persentase 6,2 persen.

Hasil itu didapat dari survei yang dilakukan terhadap 529 responden selama 14-16 Oktober 2020.
Di sisi lain, responden yang merasa puas sebanyak 39,7 persen.

Bahkan, 5,5 persen responden merasa sangat puas.

Terakhir, 2,3 persen responden menyatakan tidak tahu.

Survei tersebut juga melihat tingkat kepuasan responden terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di bidang perekonomian, politik dan keamanan, penegakan hukum serta kesejahteraan sosial.

BACA JUGA: 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Dapat Kado Istimewa dari Abu Dhabi

Bidang kesejahteraan sosial memiliki persentase kepuasan yang paling tinggi dibanding bidang lainnya.

Sebanyak 48,8 responden merasa puas atas kinerja Joko Widodo-Ma’ruf Amin di bidang kesejahteraan sosial dan 3,4 persen merasa sangat puas.

Di bidang yang sama, 41 persen responden merasa tidak puas, 5,5 persen merasa sangat tidak puas, dan sisanya menjawab tidak tahu.

Kemudian, di bidang politik dan keamanan, 2,1 persen responden merasa sangat puas, 42 persen merasa puas, 46,7 persen merasa tidak puas, 6 persen merasa sangat tidak puas, dan sisanya mengaku tidak tahu.
Bidang berikutnya adalah perekonomian.

Responden yang mengaku sangat puas sebesar 2,3 persen.

Sementara, 40,3 persen responden mengaku puas.

Masih di bidang perekonomian, persentase mereka yang tidak puas sebesar 49,7 persen, yang sangat tidak puas sebesar 6,2 persen, dan 1,5 persen menjawab tidak tahu.

Terakhir, bidang penegakan hukum. Di bidang ini, lebih dari setengah responden merasa tidak puas atau sebesar 54,4 persen.

Sebesar 10,2 persen responden bahkan merasa sangat tidak puas. Di sisi lain, 30,2 persen responden mengaku puas, 2,1 persen merasa sangat puas, dan 3,1 persen menjawab tidak tahu.

Survei tersebut dilakukan dengan metode wawancara telepon terhadap 529 responden yang berusia minimal 17 tahun di 80 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan irpencuplikan atau margin of error sekitar 4,3 persen.(lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR