Rindu Ibu Kandung di Medan Bikin Siswi Mojokerto Nekat Terjun dari Jembatan Rejoto

  • Whatsapp
banner 468x60

MOJOKERTO – Polisi berhasil mengungkap penyebab siswi sekolah swasta di Kota Mojokerto yang nekat melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin Minggu, 25 Oktober 2020 malam.

Baca Juga

Korban DF (18) siswi kelas XII warga Gang Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto diketahui tak tinggal dengan ibu kandungnya sejak kecil.

Hasil penyelidikan sesuai keterangan saksi keluarga, sekaligus korban ini
diketahui adanya latarbelakang persoalan keluarga.

“Jadi anak itu rupanya rindu dengan ibu kandungnya yang kini berada di Medan, tapi tidak kesampaian diduga ini yang memicu korban nekat loncat dari atas jembatan Rejoto,” ungkap Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M. Sulkan, pada nusadaily.com, Senin,26 Oktober 2020 siang.

Ia menjelaskan, korban DF (18) putus asa lantaran keinginannya untuk mengunjungi ibunda di Medan kandas. Terhalang lokasinya yang berada jauh dari Kota Mojokerto, sehingga semakin membuat korban kesulitan berkomunikasi.

Korban Ingin Mengunjungi Ibunya

“Korban ingin mengunjungi ibunya tapi komunikasi dengan bersangkutan sudah putus, dan nomor Handphone juga tidak aktif diduga mengakibatkan korban berpikiran buntu, judek sehingga memicu perbuatan nekat yang mencelakai dirinya sendiri,” bebernya.

Sulkan menambahkan, korban tinggal di Kota Mojokerto bersama keluarga yakni adik dari kakek almarhum ayahnya yang sudah meninggal 13 tahun silam. Sedangkan, ibunya menikah lagi dan menetap di wilayah Medan.

“Informasinya, anak ini membandingkan dengan temannya yang bisa berkumpul bersama orang tuanya. Sedangkan korban tidak. Korban rindu sama orang tuanya dan sempat komunikasi dengan ibunya namun sekarang sudah tidak bisa dihubungi,” terangnya.

Usai aksi nekatnya meloncat dari ketinggian 10 meter dari dasar aliran air Sungai Ngotok di Jembatan Rejoto korban sempat tidak sadarkan diri. Hanya saja, ungkap Sulkan, nyawa korban dapat diselamatkan warga dan relawan saat mendapatkan perawatan lanjutan di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

“Korban dievakuasi di rumah sakit telah sadarkan diri yang mengalami lecet pada bagian tangan,” tambahnya.

Mantan Kapolsek Magersari ini menyebutkan, jika siswi sekolah swasta Kota Mojokerto tersebut sudah berada di rumah. Korban kini diasuh oleh pihak keluarga perempuan yang berjanji menjaga, dan mengawasi agar tidak sampai berbuat nekat mengakhiri hidupnya.

“Sudah kami serahkan ke keluarga perempuan yang menyatakan sanggup mengawasi korban agar tidak melakukan tindakan seperti itu lagi,” Sulkan memungkasi. (din/aka)