Resmikan Pabrik Gula di Bombana, Jokowi: Sebuah Keberanian Investasi di Tempat Ini

  • Whatsapp
jokowi resmikan pabrik gula
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi), meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Dalam kunjungan kerjanya, pada Kamis 22 Oktober 2020, pada kesempatan itu, Jokowi juga menyempatkan diri meninjau lokasi panen tebu.

BACA JUGA: Satu Tahun Jokowi, Rocky Gerung Beri Skor A Minus, Alasannya?

Baca Juga

Jokowi mengatakan, investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut, merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi.

Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut, dioperasikan PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.

“Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi,” ungkap Jokowi dalam keterangan tertulis, Kamis 22 Oktober 2020.

Pengerjaan konstruksi pabrik gula yang diresmikan Presiden itu, dimulai pada awal 2017 silam dan mulai berproduksi pada Agustus 2020 ini.

Kapasitas pengolahan tebu yang mampu dilakukan pabrik tersebut ialah, sebanyak 8.000 TCD (Ton cane per day) yang mampu ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.

Jokowi menuturkan, investasi ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15 ribu tenaga kerja.

“Membuka industri, membuka pabrik gula, dan yang paling penting membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ini poin yang paling penting yang ingin saya garis bawahi,” ujar dia.

BACA JUGA: Presiden Jokowi ke Sultra Resmikan Pabrik Gula dan Jembatan

Komoditas Gula di Indonesia

Apalagi, kata Jokowi, saat ini kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri. Sedangkan sisanya, masih harus mengandalkan impor.

“Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini, sekali lagi patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita,” jelasnya.

Jokowi berkunjung didampingi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.(Via/Ian)

Post Terkait

banner 468x60